
Indonesia Hijau bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan lingkungan. Di bawah kepemimpinan Arifin Adib, lembaga ini menggandeng komunitas lingkungan Gabungan Tutorial dan Kolaborator (Gabut & Co.). Penanaman kali ini menjadi kegiatan kedua Indonesia Hijau di wilayah tersebut. Fokusnya adalah memulihkan kawasan pesisir yang terdampak abrasi.
Mangrove memegang peran penting bagi wilayah pesisir seperti Muara Gembong. Akar tanaman ini menahan sedimen, meredam hantaman gelombang, dan memperlambat pengikisan daratan. Hutan mangrove juga menjadi tempat berkembang biak ikan, kepiting, dan udang yang menopang mata pencaharian warga pesisir. Karena itu, penanaman 6.000 bibit ini membawa manfaat ganda bagi lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat setempat.
CCB Indonesia memberi dukungan sejak tahap penyediaan bibit. Perusahaan juga akan memantau pertumbuhan mangrove bersama komunitas lingkungan dan petani setempat selama satu tahun. Tim pemantau merekam perkembangan lewat foto dan video, mengamati perubahan wilayah, serta menampung umpan balik masyarakat.
Libatkan 20 Anak Muara Gembong
Aksi tanam ini turut mengajak 20 anak dari Muara Gembong. Penyelenggara ingin generasi muda memahami peran hutan mangrove bagi lingkungan tempat tinggal mereka. Perhutani memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Sementara itu, Gabut & Co. membimbing petani dan anak-anak selama proses penanaman berlangsung. Keterlibatan anak-anak sejak dini menjadi bekal agar kepedulian terhadap pesisir tumbuh dari warga lokal sendiri. Mereka ikut menanam bibit secara langsung bersama petani dan relawan komunitas di lahan pesisir Kampung Beting.
Direktur CCB Indonesia Andreas Basuki hadir bersama Corporate Secretary CCB Indonesia Thomas Widianto dan jajaran perusahaan. Bimaspol juga menghadiri kegiatan yang mengusung slogan “Hijau Desaku” tersebut. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan kolaborasi antara lembaga sosial, sektor swasta, instansi, dan komunitas dalam menjaga pesisir Bekasi.
Tim Kreatif Siapkan Konsep Sejak Awal
Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi klien, NOA Agency Creative menugaskan dua karyawannya. Rifqoh Khoerunisa memegang peran editor, sedangkan Fajar Al Ghoni bertugas sebagai tim dokumentasi. Keduanya mengarahkan pengambilan gambar dan menyusun materi visual untuk media sosial serta portal berita sesuai permintaan sponsor.
Sebagai agensi kreatif dan komunikasi, NOA Agency Creative berfokus pada produksi konten digital, dokumentasi kegiatan, dan publikasi untuk mendukung promosi serta kampanye klien. Dalam kegiatan sosial seperti ini, tim harus menangkap momen penting dengan cepat karena rangkaian acara di lapangan tidak dapat diulang. Rifqoh menyebut kesiapan perangkat sebagai fondasi utama produksi konten di lapangan.
“Untuk kesiapannya, kita selalu mempersiapkan pertama itu device. Device yang kita siapkan ada kamera Canon dan juga iPhone,” ujar Rifqoh.
Ia menjelaskan, tim memakai kamera Canon untuk merekam video, sementara iPhone untuk memotret. Selain perangkat, tim menyusun konsep lebih dulu, mendiskusikan kebutuhan editor, dan menentukan sudut pengambilan gambar. Persiapan ini membuat kerja dokumentasi pada hari pelaksanaan berjalan terarah. Di lapangan, Fajar menjalankan rencana pengambilan gambar yang sudah tim sepakati sejak awal.
Dokumentasi visual juga punya nilai lanjutan bagi program ini. Rekaman pada hari penanaman dapat menjadi titik awal pembanding ketika tim pemantau mengevaluasi pertumbuhan mangrove selama setahun ke depan. Foto dan video yang rapi juga memudahkan sponsor menyampaikan laporan kegiatan kepada publik. Materi tersebut nantinya tampil di kanal media sosial dan portal berita, sehingga publik dapat mengikuti perjalanan program dari hari pertama.
Lewat keterlibatan langsung ini, NOA Agency Creative ingin memastikan aksi lingkungan kliennya tetap bergema setelah kegiatan selesai. Kerja kreatif tim menjadi jembatan antara aksi nyata di lapangan dan kesadaran publik di ruang digital. Materi visual yang tim hasilkan akan membawa pesan pelestarian mangrove kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan begitu, semangat Hijau Desaku dari Kampung Beting dapat menjangkau lebih banyak orang.
Social Header