Pikiran yang tidak pernah diam, mudah cemas, dan susah tidur menjadi keluhan umum di tengah ritme hidup yang serba cepat. Banyak orang mencari solusi, mulai dari obat-obatan hingga terapi profesional. Abdul Latif, pengajar kawruh Jawa asal Kediri yang dikenal sebagai Guru Sabdo Roso, menawarkan cara yang lebih sederhana: latihan pernapasan dari tradisi Jawa yang bisa dilakukan siapa saja di rumah sendiri.
Latihan tersebut dinamakan Nafas Roso, dengan pola pernapasan 4-4-6 yang mudah diingat. Caranya, tarik napas empat hitungan melalui hidung, tahan empat hitungan, lalu hembuskan napas enam hitungan. Walaupun terlihat sederhana, latihan ini didasarkan pada pemahaman mendalam tentang hubungan antara napas dan kesadaran dalam tradisi kawruh Jawa.
"Napas itu jembatan antara badan dan rasa. Kalau napasnya tenang, rasa ikut tenang. Dari situ orang bisa kembali eling," ujar Latif dalam sesi dialog mengenai praktik ini.
Menurut Latif, latihan ini cukup dilakukan sekitar tiga menit, baik pagi hari sebelum memulai aktivitas maupun menjelang tidur malam. Waktu singkat tersebut sudah cukup untuk memberikan efek menenangkan bagi tubuh dan pikiran.
Langkah-Langkah Praktis Latihan Nafas Roso
Menurut Latif, berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti untuk melakukan latihan Nafas Roso dengan benar:
Pertama, duduk tegak dengan nyaman dan bahu dalam kondisi rileks. Tutup mata atau biarkan pandangan menatap lembut ke bawah. Kedua, tarik napas perlahan-lahan melalui hidung selama empat hitungan dengan lancar. Ketiga, tahan napas dengan tenang selama empat hitungan penuh. Keempat, hembuskan napas secara perlahan-lahan selama enam hitungan, yang lebih lama dari tarikan napas. Kelima, ulangi gerakan tersebut sebanyak lima hingga sepuluh putaran sambil memperhatikan dengan seksama keluar masuknya napas.
Latif menekankan bahwa hembuskan napas yang lebih panjang dari tarikan napas memiliki manfaat khusus. Ketika napas dibuang lebih lama, tubuh diminta melepaskan ketegangan yang tertimbun di dalam sistem saraf. Jika saat melakukan latihan muncul rasa pusing, segera hentikan dan coba lagi dengan hitungan yang lebih pendek.
Mencapai Eling, Waspada, dan Sambung Roso
Bagi Latif, latihan napas bukan sekadar teknik relaksasi modern. Dalam kerangka kawruh Jawa, praktik ini merupakan pintu untuk melatih tiga hal penting: eling atau kesadaran diri, waspada atau kemampuan melihat dengan jernih, serta sambung roso atau terhubung dengan rasa terdalam dalam diri. Ketiga aspek ini membentuk landasan spiritual dan mental yang kuat.
"Akal, rasa, dan karsa itu harus selaras. Kalau tidak selaras, batin mudah kacau. Napas yang teratur membantu ketiganya kembali seimbang," jelasnya. Latif menekankan bahwa latihan ini bisa dijalani oleh pemeluk agama apa pun, karena yang dilatih adalah kesadaran murni, bukan ritual keagamaan tertentu.
Penting untuk dicatat bahwa latihan napas tidak menggantikan pengobatan medis. Mereka yang memiliki keluhan kesehatan tertentu tetap harus berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Untuk mempermudah pembelajaran, Latif mengembangkan ekosistem belajar bernama Nafas Batin. Panduan Nafas Roso tersedia di aplikasi Nafas Batin di Google Play Store, lengkap dengan pengatur waktu otomatis untuk memandu sesi pernapasan. Latif juga rutin berbagi materi semedi dan olah rasa lewat siaran langsung di TikTok @nafas.batin, kanal YouTube @gurusabdoroso, serta situs gurusabdoroso.id.
"Mulailah dari yang kecil. Tiga menit sehari untuk kembali ke
napas sendiri sudah lebih dari cukup," pungkas Latif, mengajak setiap
orang untuk memulai perjalanan menuju keseimbangan mental dan fisik melalui
praktik sederhana namun bermakna ini.

Social Header