Sebagai wujud kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi lokal, tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan program Pengabdian Masyarakat di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Berkolaborasi dengan mitra petani greenhouse Famora Farm, program ini berhasil menciptakan produk turunan inovatif berupa Sabun Melon. 

Inisiatif yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rizky Dwi Bakhtiar, S.Psi., M.Psi., Psikolog ini digagas oleh tiga mahasiswa Program Studi Manajemen, yaitu Tri Hutomo Yogiantoro, Sinthike Teresa Ekowati Botto, dan Delfina Rahmania Sadewi. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendongkrak nilai tambah ekonomi dari hasil pertanian setempat, sekaligus memberikan solusi konkret bagi para petani. 

Ide pembuatan sabun ini muncul dari keprihatinan terhadap melimpahnya hasil panen melon di Famora Farm yang tidak seluruhnya terserap oleh pasar. Buah melon dengan kualitas kosmetik (grade B dan C) cenderung kurang diminati untuk dijual segar karena tampilan fisiknya, meskipun secara rasa dan kualitas daging buah masih sangat layak. Akibatnya, melon-melon tersebut sering kali terpaksa dijual dengan harga yang sangat murah atau bahkan terbuang sia-sia. 

Melihat adanya peluang, tim mahasiswa memanfaatkan kandungan air, vitamin, serta antioksidan yang melimpah pada melon yang dikenal sangat baik untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit untuk diolah menjadi produk kosmetik berupa sabun yang bernilai jual lebih tinggi. 

Pelaksanaan program pemberdayaan ini dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, meliputi survei awal, identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi, uji coba formula, hingga pelatihan produksi langsung bersama warga desa. Guna menjaga keberlanjutan program, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis mengenai standar kebersihan, teknik pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran produk agar Sabun Melon ini dapat dikenal secara luas. Rizky Dwi Bakhtiar selaku DPL berharap agar inovasi ini mampu membuka paradigma masyarakat dan petani bahwa hasil panen yang kurang laku di pasar segar tetap dapat diselamatkan dan diubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan ekonomi tinggi. 

Inisiatif ini pun mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari berbagai pihak. Pemerintah Desa Sukorejo menilai program ini sebagai langkah awal yang positif dalam memicu pertumbuhan usaha kecil berbasis potensi lokal serta membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Di sisi lain, pihak Famora Farm merasa sangat terbantu karena mendapatkan alternatif pemanfaatan hasil panen sekaligus media promosi yang efektif untuk memperluas branding kebun mereka. 

Bagi mahasiswa sendiri, seperti yang diungkapkan oleh Tri Hutomo Yogiantoro, kegiatan ini menjadi wadah berharga untuk mempraktikkan ilmu manajemen perkuliahan secara nyata, sekaligus mengasah kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat. Melalui program pengabdian ini, purwarupa Sabun Melon berhasil diwujudkan dan siap dikembangkan lebih lanjut, diiringi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat akan pentingnya diversifikasi produk tani demi kesejahteraan yang berkelanjutan.