Gresik – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa alat pencetak pentol mekanis untuk membantu meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan perancangan sekaligus demonstrasi penggunaan alat yang dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026).

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB di lokasi produksi milik Bapak Krisnanto, pelaku UMKM yang menjadi mitra program. Demonstrasi dilakukan sebagai tahap pengenalan sekaligus uji coba operasional alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan produksi sehari-hari.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya yang dilaksanakan di Desa Sukorejo dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Alat pencetak pentol mekanis tersebut dirancang untuk menggantikan proses pencetakan yang selama ini masih dilakukan secara manual. Metode konvensional dinilai membutuhkan waktu cukup lama sehingga membatasi kapasitas produksi harian dan menyulitkan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Melalui penerapan teknologi tepat guna ini, proses pencetakan pentol menjadi lebih cepat, menghasilkan ukuran yang lebih seragam, serta tetap menjaga kualitas dan kebersihan produk. Efisiensi waktu yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi tanpa menambah beban kerja secara signifikan.

Perwakilan mahasiswa, Agung Samudra, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bentuk implementasi nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Perancangan alat ini merupakan implementasi nyata dari peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap inovasi sederhana ini dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan solusi berbasis kebutuhan lapangan," ujar Agung Samudra.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Rizki Dwi Bakhtiar Surin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menilai program yang dijalankan mahasiswa telah disusun berdasarkan kebutuhan riil mitra sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

"Mahasiswa mampu mengidentifikasi hambatan utama yang dialami mitra, yaitu efisiensi waktu produksi. Solusi berupa alat pencetak pentol mekanis menjadi langkah yang tepat karena disesuaikan dengan kemampuan operasional UMKM serta memiliki manfaat yang aplikatif," jelasnya.

Bapak Krisnanto selaku mitra UMKM mengaku kehadiran alat tersebut memberikan dampak positif terhadap proses produksi usahanya.

"Kehadiran alat ini sangat membantu kami mempercepat proses pencetakan pentol. Produksi menjadi lebih praktis, tidak terlalu melelahkan, dan membuka peluang untuk meningkatkan jumlah produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang lebih besar," ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Tresnani Galuh Larasati selaku perwakilan perangkat Desa Sukorejo. Menurutnya, teknologi tepat guna tersebut sangat relevan untuk dikembangkan karena banyak pelaku usaha pentol di wilayahnya yang masih mengandalkan proses produksi secara manual.

"Di Desa Sukorejo terdapat banyak pelaku usaha pentol. Kehadiran alat ini dapat mempercepat proses produksi, menghasilkan ukuran yang lebih seragam, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Ke depan, kapasitas produksi yang lebih besar juga memungkinkan pengembangan produk dalam bentuk frozen food. Kami juga berharap evaluasi terhadap alat terus dilakukan agar manfaatnya dapat berkelanjutan," ujar Tresnani Galuh Larasati.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro di Desa Sukorejo. Inovasi teknologi tepat guna tersebut menjadi salah satu contoh implementasi ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan ekonomi lokal.