Gresik – Sebagai upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik rumah tangga, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menyelenggarakan pelatihan pembuatan komposter bagi ibu-ibu PKK di Desa Gedangan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Pada tanggal 10 Juli 2026 kegiatan yang dilaksanakan bertempatan di balai desa Gedangan Sidayu Gresik. Program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan absensi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Ketua Kelompok Mahasiswa Pengabdian Masyarakat dan perwakilan Pemerintah Desa Gedangan. Setelah itu, peserta menerima materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat komposter, serta dampak positif pengurangan sampah rumah tangga terhadap lingkungan.

Pelatihan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan komposter menggunakan sampah organik rumah tangga, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering. Mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan komposter mulai dari pemilahan sampah, penyusunan bahan di dalam wadah komposter, hingga cara perawatan agar menghasilkan pupuk kompos yang berkualitas. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan komposter dengan pendampingan dari tim mahasiswa.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Salsabila Ratu Kencana Syaharani, S.Psi., M.Psi., yang turut mendampingi penyusunan hingga pelaksanaan program. Menurutnya, "Pengelolaan sampah organik merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan apabila dilakukan secara berkelanjutan."

Perwakilan Pemerintah Desa Gedangan turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. "Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah organik sehingga lingkungan Desa Gedangan menjadi lebih bersih dan sehat," ujarnya.

Selama pelatihan, ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti praktik serta berdiskusi mengenai pemanfaatan komposter di lingkungan rumah masing-masing. Salah satu peserta menyampaikan, "Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu cara mengolah sampah dapur menjadi pupuk yang bisa digunakan untuk tanaman di rumah."

Melalui pelatihan komposter ini, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berharap masyarakat Desa Gedangan mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri sehingga dapat mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis: Wendy Mutia Setiawan