Gresik – Di balik hamparan sawah Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, terdapat potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Setiap musim panen, limbah sekam padi dihasilkan dalam jumlah yang melimpah. Namun, sebagian besar sekam padi hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk karena dianggap tidak memiliki nilai guna. Padahal, apabila dikelola dengan baik, sekam padi dapat diolah menjadi briket yang bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif sekaligus memiliki nilai tambah.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Briket dari Sekam Padi bagi Kelompok Tani Desa Sidorejo sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, bertempat di rumah Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, di bawah bimbingan Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang terdiri atas Rafi Putra Firmansyah dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Ikhwan Fajar Hamdani dari Program Studi Psikologi, Nadiva Nurfaizah dari Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Nafifah Vionorra D.A. dari Program Studi Administrasi Bisnis. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut menjadi kekuatan dalam merancang program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki Desa Sidorejo.
Sebelum pelaksanaan pelatihan, tim melakukan wawancara bersama Bapak Aruf selaku Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo untuk mengidentifikasi kondisi pengelolaan limbah sekam padi. Dari hasil diskusi tersebut diketahui bahwa sekam padi yang dihasilkan setiap musim panen selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar hanya dibakar karena masyarakat belum mengetahui alternatif pemanfaatannya. Berangkat dari hasil wawancara tersebut, tim kemudian merancang pelatihan yang berfokus pada pengolahan sekam padi menjadi briket sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah pertanian yang mudah diterapkan.
Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi sekam padi, manfaat briket, serta tahapan proses pembuatannya. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memanfaatkan limbah pertanian agar tidak hanya menjadi sampah yang dibakar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Penyampaian materi berlangsung secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan menyampaikan pengalaman mereka terkait pengelolaan limbah pertanian di lingkungan sekitar.
Setelah sesi materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan briket. Peserta mengikuti seluruh tahapan proses, mulai dari pengarangan sekam padi, penghancuran arang, pencampuran dengan bahan perekat, proses pencetakan, hingga pengeringan. Selama praktik berlangsung, mahasiswa mendampingi peserta pada setiap tahapan sehingga peserta dapat memahami proses pembuatan briket secara menyeluruh dan mencoba membuatnya secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya memperhatikan proses yang diperagakan, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pembuatan, komposisi perekat, hingga cara menghasilkan briket yang padat dan tidak mudah hancur. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa inovasi sederhana seperti pemanfaatan sekam padi menjadi briket mampu menarik minat masyarakat karena sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Menurut Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
"Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari, tetapi juga menjadi sarana membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar. Melalui pelatihan pemanfaatan sekam padi menjadi briket ini, saya berharap masyarakat Desa Sidorejo memperoleh wawasan baru mengenai potensi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong terwujudnya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan," ujar Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI.
Sementara itu, Ikhwan Fajar Hamdani, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga karena dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat serta memahami kebutuhan mereka secara nyata.
"Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa solusi bagi permasalahan di masyarakat tidak selalu harus menggunakan teknologi yang rumit. Berangkat dari potensi yang ada di Desa Sidorejo, kami mencoba memperkenalkan cara sederhana untuk memanfaatkan sekam padi yang selama ini hanya dibakar menjadi briket yang lebih bermanfaat. Saya berharap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat terus diterapkan oleh kelompok tani sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Ikhwan Fajar Hamdani.
Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Aruf selaku Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo yang merasakan manfaat langsung dari pelatihan tersebut.
"Selama ini sekam padi lebih sering dibakar karena kami belum mengetahui cara lain untuk memanfaatkannya. Setelah mengikuti pelatihan ini kami mengetahui bahwa sekam padi ternyata dapat diolah menjadi briket yang bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dibagikan kepada anggota kelompok tani lainnya," ujar Bapak Aruf.
Pelatihan ini menunjukkan bahwa limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna melalui penerapan teknologi sederhana. Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada peserta, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di lingkungan sekitar daripada membiarkannya menjadi limbah yang terbuang.
Melalui kolaborasi antara Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Kelompok Tani Desa Sidorejo, dan Pemerintah Desa Sidorejo, diharapkan pemanfaatan sekam padi tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Pendampingan lanjutan, pengembangan kualitas produk, serta penguatan semangat masyarakat untuk terus berinovasi diharapkan mampu menjadikan briket sekam padi sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah pertanian yang berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal demi mewujudkan desa yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan.
Informasi Penulis
- Disusun oleh: Ikhwan Fajar Hamdani
- Dosen Pembimbing Lapangan: Zulkfikri Charis Darmawan, S.E., M.SEI.

Social Header