Surabaya - Di era digital seperti sekarang, masyarakat semakin terbiasa memperoleh informasi secara cepat melalui media sosial dan platform online. Kondisi ini membuat instansi pemerintah mulai beradaptasi dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi publik yang lebih terbuka dan mudah diakses masyarakat. Salah satu bentuknya adalah penggunaan live streaming dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

Melalui siaran langsung, masyarakat kini dapat mengikuti berbagai agenda pemerintah secara real-time, mulai dari konferensi pers, forum publik, kegiatan sosial, hingga program pelayanan masyarakat. Pemerintah Kota Surabaya menjadi salah satu daerah yang aktif memanfaatkan live streaming sebagai media penyampaian informasi publik melalui kanal digital resminya yaitu Bangga Surabaya dan Sapawarga Surabaya.

Di balik tayangan tersebut, terdapat tim produksi yang bertanggung jawab memastikan siaran berjalan lancar. Menariknya, mahasiswa magang juga mulai dilibatkan dalam proses produksi media digital pemerintahan tersebut.

Yusuf Fathurrahman, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, menjadi salah satu mahasiswa yang memperoleh pengalaman langsung tersebut saat menjalani program magang di Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya pada divisi live streaming.

Selama menjalani magang, Yusuf terlibat dalam berbagai proses produksi siaran langsung kegiatan Pemerintah Kota Surabaya. Mulai dari persiapan alat produksi, pengecekan kamera dan audio, pengaturan jaringan internet, hingga memastikan kualitas visual siaran tetap stabil selama kegiatan berlangsung.

Menurut Yusuf, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa live streaming pemerintahan bukan sekadar menyalakan kamera dan memulai siaran. Ada proses koordinasi dan tanggung jawab besar di baliknya karena informasi yang ditampilkan akan langsung diakses masyarakat luas.

“Setiap siaran harus dipersiapkan dengan detail karena informasi yang disampaikan berkaitan langsung dengan kebutuhan publik. Kalau ada kendala teknis, dampaknya juga bisa langsung dirasakan penonton,” ujarnya.

Live streaming pemerintahan juga dinilai menjadi langkah adaptasi pelayanan publik di era digital. Masyarakat yang sebelumnya harus hadir langsung untuk mengetahui kegiatan pemerintah kini dapat mengikuti berbagai agenda hanya melalui telepon genggam. Hal ini membuat akses informasi menjadi lebih terbuka dan merata, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun jarak.

Bagi mahasiswa komunikasi, perkembangan tersebut sekaligus membuka peluang baru di dunia kerja. Kebutuhan terhadap tenaga produksi digital, operator streaming, pengelola media sosial, hingga tim dokumentasi publik diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya transformasi digital di berbagai instansi.

Menurut Yusuf, mahasiswa saat ini perlu mulai membekali diri dengan kemampuan teknis komunikasi digital selain memahami teori di dalam kelas. Kemampuan bekerja dalam tim, memahami produksi media, serta beradaptasi dengan teknologi menjadi hal penting yang mulai dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.

Ia juga melihat bagaimana media digital kini memiliki peran penting dalam membangun transparansi pemerintahan. Kehadiran siaran langsung dinilai membantu masyarakat memperoleh informasi resmi secara lebih cepat sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman akibat informasi yang belum tentu valid di media sosial.

Selain mempelajari aspek teknis produksi media, Yusuf juga belajar mengenai pentingnya kerja sama tim dalam dunia komunikasi digital. Saat produksi berlangsung, setiap anggota tim harus mampu berkoordinasi dengan cepat agar siaran tetap berjalan lancar, terutama ketika kegiatan dilakukan secara dinamis di lapangan.

Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa kebutuhan tenaga komunikasi digital terus berkembang, termasuk di sektor pemerintahan. Tidak hanya kemampuan membuat konten, tetapi juga kemampuan memahami bagaimana informasi publik disampaikan secara profesional dan bertanggung jawab.

Program magang seperti ini dinilai menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung penerapan ilmu komunikasi di dunia kerja. Bukan hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga belajar bagaimana media dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat.

Melalui pengalaman magangnya, Yusuf berharap semakin banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan praktik lapangan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memahami pentingnya komunikasi publik di era digital saat ini.

Informasi Penulis

  • Nama: Yusuf Fathurrahman 
  • Program Studi : Ilmu Komunikasi 
  • Universitas: 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Dosen Pembimbing : A.A.I Prihandari Satvika Dewi, S.Sos., M.Med.Kom