Dunia event organizer menjadi salah satu ruang belajar yang dekat dengan praktik komunikasi, kreativitas, dan kerja tim. Hal ini dirasakan oleh Ageng Setyabudi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, saat menjalani magang selama kurang lebih tiga bulan di Divisi Multimedia EO SatuBasa atau UsahaBersama Surabaya.

Berlokasi di Jalan Gunung Anyar Jaya No. 224, Surabaya, EO SatuBasa menjadi tempat Ageng mengenal lebih dekat bagaimana sebuah acara dirancang, dipersiapkan, dan didokumentasikan secara profesional. Sebagai event organizer, SatuBasa berperan membantu klien dalam mengelola berbagai kebutuhan acara, mulai dari teknis, koordinasi, dokumentasi, hingga elemen kreatif agar kegiatan dapat berjalan lancar dan efektif.

Pada awal magang, Ageng mengaku sempat merasa ragu karena Divisi Multimedia terlihat sebagai bidang yang cukup sulit. Namun, pandangan tersebut berubah setelah ia mulai terlibat langsung dalam aktivitas kantor maupun kegiatan lapangan. Ia mendapatkan bimbingan dari manajer dan senior divisi untuk memahami berbagai keterampilan dasar, seperti penggunaan Canva, pengoperasian kamera, serta teknik pengambilan visual untuk kebutuhan dokumentasi acara.

Setiap siang, Ageng memulai kegiatan magang setelah menyelesaikan pekerjaannya pada pagi hari. Di kantor, ia terbiasa berdiskusi dengan rekan sesama peserta magang, termasuk siswa dari SMKN 1 Surabaya. Diskusi tersebut menjadi ruang belajar bersama, terutama dalam menentukan tema desain, memilih latar visual, menyusun teks, dan memahami kebutuhan konten yang sesuai dengan karakter acara.

Pengalaman paling berkesan dirasakan ketika Ageng dilibatkan dalam event besar. Dalam kegiatan tersebut, persiapan dapat dilakukan lebih dari satu minggu, bahkan informasi acara terkadang sudah diterima satu bulan sebelumnya melalui tim marketing. Proses persiapan mencakup rapat, pembagian tugas, pengecekan alat, hingga loading perlengkapan menuju lokasi acara.

Pada tahap teknis, tim perlu memastikan kamera, kabel, perangkat pendukung, dan koneksi ke tim FOH berjalan dengan baik. Saat hari pelaksanaan, Ageng beberapa kali mendapat tugas sebagai sprinter, yaitu orang yang siap membantu apabila terdapat kendala di lapangan. Di sela kegiatan, ia juga mengambil gambar dan video untuk kebutuhan dokumentasi serta highlight yang akan digunakan sebagai konten media sosial, termasuk TikTok.

Meski sempat merasa grogi saat dipercaya memegang kamera, pengalaman tersebut menjadi proses belajar yang penting. Ageng menyadari bahwa kepercayaan dari senior merupakan bagian dari pembentukan mental kerja. Ia belajar bahwa dokumentasi acara bukan hanya soal menekan tombol kamera, tetapi juga memahami momen, sudut pengambilan gambar, koordinasi, dan tanggung jawab terhadap alat kerja.

Melalui magang ini, Ageng juga memahami bahwa multimedia dalam event organizer memiliki peran yang luas. Bidang tersebut tidak hanya berkaitan dengan editing, tetapi juga dokumentasi lapangan, kreativitas visual, komunikasi dengan tim, serta kontribusi dalam menjaga citra perusahaan dan kepuasan klien.

Pengalaman selama tiga bulan di EO SatuBasa memberikan bekal berharga bagi Ageng untuk mengembangkan keterampilan di bidang editing, fotografi, videografi, dan kerja lapangan. Ia menilai lingkungan kerja yang suportif, arahan dari senior, serta kesempatan terlibat langsung dalam event menjadi pengalaman nyata yang sulit didapatkan hanya dari ruang kelas.

Bagi mahasiswa yang ingin mengenal dunia kerja secara langsung, khususnya di bidang multimedia dan event organizer, pengalaman magang seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk memahami industri kreatif secara lebih praktis. SatuBasa menjadi contoh ruang belajar yang mempertemukan teori komunikasi, kerja tim, dan praktik lapangan dalam satu pengalaman yang bermakna.

Informasi Penulis

  • Nama: Ageng setyabudi
  • Program Studi: Ilmu komunikasi
  • Universitas: 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Dospem: Dewi Sri Andika Rusmana,S.I.Kom