Menteri Pertanian Amran Sulaiman |
Profil Singkat Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968. Ia merupakan akademisi dan pengusaha sukses yang meraih gelar doktor di bidang pertanian dari Universitas Hasanuddin, Makassar. Sebelum masuk ke dunia birokrasi, ia mendirikan dan memimpin Tiran Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan agroindustri.
Amran pertama kali menjabat sebagai Menteri Pertanian pada periode 2014–2019 di era Presiden Joko Widodo. Pada 25 Oktober 2023, ia kembali ditunjuk menjadi Menteri Pertanian oleh Presiden Prabowo Subianto.
Bongkar Mafia Pupuk, Puluhan Izin Dicabut
Salah satu aksi tegas Amran adalah membongkar praktik mafia pupuk bersubsidi. Pada November 2024, Kementerian Pertanian mencabut izin 27 perusahaan pupuk—4 di antaranya terbukti memalsukan pupuk dan 23 lainnya tidak memenuhi standar mutu.
Tindakan ini menyelamatkan potensi kerugian negara hingga Rp316 miliar, dan mencegah kerugian petani yang diperkirakan mencapai Rp3,2 triliun. Mentan juga membentuk tim pengawasan dan menggunakan sistem pelaporan digital berbasis lokasi untuk mencegah penyelewengan lebih lanjut.
Bongkar Manipulasi Stok Beras oleh Mafia Pangan
Pada pertengahan 2025, Amran kembali membuat gebrakan dengan mengungkap dugaan manipulasi data stok beras oleh pihak-pihak tertentu yang mencoba menciptakan kepanikan pasar. Dalam konferensi pers, ia menyatakan bahwa stok beras nasional sesungguhnya sangat mencukupi, mencapai lebih dari 4 juta ton, jumlah tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
Tindakan ini didukung oleh Satgas Pangan Mabes Polri, yang juga mengungkap praktik spekulasi dan penimbunan yang merugikan masyarakat dan petani.
Tak Gentar Dibalik Tekanan, Mentan Tutup Perusahaan Besar
Meski mendapat tekanan politik, termasuk teguran dari Wakil Presiden, Mentan Amran tetap menutup salah satu perusahaan besar yang diduga terlibat dalam praktik mafia beras. Ia menegaskan bahwa perusahaan tersebut terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi yang berlaku.
“Kalau ada perusahaan yang main-main, kita tutup. Walau saya ditegur, saya akan tetap membela petani dan rakyat,” tegasnya.
Langkah Reformasi: Transparansi dan Satgas Anti-Mafia
Di bawah kepemimpinan Amran, Kementerian Pertanian menerapkan berbagai reformasi sistemik, seperti:
• Pembentukan Satgas Wasantara bersama KPK dan Polri
• Transparansi pengadaan melalui sistem lelang elektronik (e-bidding)
• Kewajiban pelaporan harta kekayaan bagi pejabat Kementan secara berkala ke KPK
• Pemanfaatan teknologi seperti e-Monitoring Lahan untuk pengawasan subsidi pupuk
Konsistensi dan ketegasan Menteri Andi Amran Sulaiman dalam membongkar mafia pertanian menjadi angin segar bagi dunia pertanian Indonesia. Dalam situasi rawan pangan global, langkah-langkah berani yang diambilnya diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan dan membangun kembali kepercayaan petani terhadap pemerintah.
(Red)
0 Komentar