Mediamassa.co.id – Harga emas diprediksi akan terus meroket dan bisa menembus di atas Rp 2 juta per gram. Kenaikan ini dipicu oleh berbagai faktor global, mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga potensi penurunan suku bunga oleh The Fed.
Menurut analis pasar uang Ibrahim Assuaibi, harga emas dunia pada pekan ini berpotensi naik hingga menyentuh level US$ 3.443,70 per troy ounce. Bila tren tersebut berlanjut, maka harga emas di Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp 2.000.000 hingga Rp 2.150.000 per gram.
Faktor Penyebab Harga Emas Naik
1. Perang Dagang Global
Rencana tarif 35% oleh Donald Trump terhadap Kanada, Jepang, dan Eropa menciptakan ketidakpastian global. Ini mendorong investor mencari aset safe haven seperti emas.
2. Prediksi Penurunan Suku Bunga The Fed
Stabilnya inflasi dan membaiknya data pengangguran membuka peluang pemangkasan suku bunga, yang secara historis berdampak positif terhadap harga emas.
3. Ketegangan Timur Tengah
Konflik antara Israel dan Palestina, serta keterlibatan Iran, turut meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
4. Ancaman Sanksi Tambahan terhadap Rusia
Sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa terhadap Rusia menambah tekanan geopolitik yang turut mendorong harga emas naik.
Jika kondisi global tidak membaik, maka harga emas kemungkinan besar akan terus menanjak. Investor disarankan mulai mempertimbangkan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik.
Dengan potensi lonjakan harga emas dunia dan ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menjadi instrumen investasi yang paling aman. Para investor disarankan mulai mencermati pergerakan harga dan mengambil posisi strategis sebelum harga emas menembus Rp 2 juta per gram.
(Red)
0 Komentar