Jepara – Jateng
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pasar agar produk yang dihasilkan dapat menyasar konsumen secara tepat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pelatihan UMKM “Belajar Demi Naik Kelas” yang digelar melalui kolaborasi Rumah BUMN BRI Jepara dengan PAC Fatayat NU Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 18 agustus 2026, di Gedung MWC NU Kedung, Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Jepara, tersebut mengangkat tema “Strategi Penetapan Target Pasar melalui Analisis SWOT dan Business Model Canvas.”
Pelatihan ini menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat pemahaman mengenai bagaimana menentukan target pasar sekaligus menyusun strategi usaha yang sesuai dengan kondisi bisnis masing-masing.

Hadir sebagai narasumber, Dr. H. M Rifqy Roosdhani, S.T., M.M., CDMP., Pengelola JASM UNISNU, yang memberikan pembekalan mengenai pentingnya mengenali kekuatan dan kelemahan usaha, membaca peluang serta tantangan pasar melalui analisis SWOT.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada Business Model Canvas (BMC) sebagai salah satu pendekatan untuk memetakan berbagai komponen penting dalam sebuah bisnis. Mulai dari segmen pelanggan, nilai yang ditawarkan, saluran pemasaran, hingga sumber pendapatan dan aktivitas utama usaha.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya menjalankan usaha berdasarkan pengalaman, tetapi mulai membangun bisnis dengan perencanaan yang lebih terarah. Pemahaman terhadap karakter konsumen dan kondisi pasar menjadi bagian penting agar produk yang ditawarkan benar-benar memiliki relevansi dan nilai bagi pelanggan.

Kolaborasi Rumah BUMN BRI Jepara dan PAC Fatayat NU Kecamatan Kedung juga menunjukkan pentingnya sinergi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan yang memiliki potensi besar dalam mengembangkan usaha dan menggerakkan perekonomian di tingkat keluarga maupun lingkungan sekitar.


Program “Belajar Demi Naik Kelas” diharapkan dapat memberikan bekal yang aplikatif bagi peserta. Pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi terhadap usaha, menentukan arah pengembangan, serta menyusun strategi pemasaran yang lebih sesuai dengan target konsumen.
Dengan semakin baiknya pemahaman pelaku UMKM terhadap pasar dan model bisnis, diharapkan usaha yang dijalankan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Melalui kolaborasi dan pembelajaran yang berkelanjutan, UMKM di Kecamatan Kedung diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha, membaca peluang, dan mengambil langkah strategis untuk benar-benar naik kelas.