Sektor pariwisata di era digital ini sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sektor pariwisata bukan hanya sekedar kegiatan untuk mendapatakan kesenangan fisik dan batin, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang dapat dibagikan di platform digital. Salah satu tempat wisata yang mempunyai pesona indah yaitu Pantai Wonogoro yang berada di pesisir Malang Selatan. Pantai Wonogoro memiliki garis pantai yang indah, suasana pantai yang tenang. Lokasi wisata yang cocok untuk generasi muda Gen Z.
Gen Z memiliki salah satu karasteristik yang dimana mayoritas mereka aktifi di mesia sosial seperti membagikan lokasi lokasi yang menarik atau sebutannya di era saat ini adalah hidden gems. Ada beberapa dampak dari fenomena dari apa yang dilakukan oleh Gen Z ini yaitu salah satunya adalah dengan meningkatnya eksposur media sosial membantu untuk mempromosikan pariwisata lokal setempat, di satu sisi seringkali promosi hanya sekadar promosi visual yang kemudian tidak disertai dengan informasi edukasi tentang lingkungan yang mengakibatkan media sosial menjadi pedang bermata dua.
Pantai Wonogoro sedang menghadapi ancaman nyata seperti salah satunya sampah sampah yang tersebar di Pantai Wonogoro. Maka dari itu diperlukannya bagaimana komunikasi pariwisata yang berbasis digital dapat menjadi sebuah instrumen untuk mengajak Gen Z untuk tidak hanya datang sebagai wisatawan saja tetapi juga membawa sebuah peran sebagai agen perubahan yang peduli terhadap keberlanjutan.
Dalam mengatasi tantangan sampah yang akan terus mengancam lingkungan Pantai Wonogoro, perlu sebuah strategi komunikas pariwisata yang di elaborasi dengan menggunakan ekosistem digital.
Pantai Wonogoro dalam pandangan yang luas akan terlihat bersih seperti tanpa sampah tetapi saat didekati, pandangan itu berubah masih banyak sampah yang berserakan di tanah dan pasir. Sampah nya beragam, dari sampah rumah tangga sampai kemasan makanan dan minuman pun ada. Sampah sampah ini asalnya dari pihak lokal dan pihak wisatawan juga. Dan inilah terlihat bahwa salah satu dampak negatif dari media sosial, eksposur yang tinggi tanpa adanya edukasi yang mendapingi juga. Kesadaran akan lingkungan yang kurang terlihat, ini bisa menjadi bom waktu cepat atau lambat.
Maka Gen Z menjadi generasi agen perubahan yang mempunyai peran penting dalam membangun kesadaran akan lingkungan. Mengingat Gen Z juga dalah digital native, generasi yang memiliki responsif pada konten yang kreatif, dan mampu membawa narasi yang unik. Konten yang menggabungkan kreativitas dan edukasi, menjadi sebuah senjata untuk dapat menciptakan realitas yang baik di masa depan. Dan juga Gen Z sebagai agen perubahan yang bisa langsung memberi contoh nyata di lapangan.
Daerah Pantai Wonogoro, Malang Selatan dapat menjadi lokasi pariwisata pertama yang menjadi tempat aksi nyata di lapangan dimulai dari saat ini oleh Gen Z untuk bisa menjadi contoh bagi tempat lokal lainnya. Mengingat juga arus informasi pesan tidak ada berhentinya dan berlangsung selama 24 jam sehari, Jika aksi atau gerakan ini dilakukan secara berulang dalam kurun waktu pendek atau panjang akan membangkitkan algoritma platform sosial media maka aksi ini akan berpotensi masuk dalam kebiasaan kecil pihak lokal maupun pihak wisatawan sadar tidak sadar dalam hidupnya. Kebiasaan ini bisa terus diturunkan ke generasi selanjutnya.
Aksi nyata ini mengapa menjadi penting? Mengingat lokasi pariwisata juga menjadi salah satu tempat untuk mata pencaharian masyarakat lokal dan juga bisa masuk ke devisa negara. Maka penting untuk menjaga lingkungan dari sampah, karena kebersihan bisa meninggalkan kesan yang baik karena kenyamanan wisatawan yang terjaga. Dengan menjaga lingkungan, kualitas pelayanan dan kualitan fasilitas yang tersedia dapat terlihat dengan baik.
Dan sekarang bagaimana melakukannya ? Gen Z memanfaatkan kekuatan sosial media dengan bisa memulai kampanye seperti hastag atau satu narasi pendek seperti “Jangan hanya stop di forum diskusi saja, tapi juga harus beraksi”. Kemudian menggabungkan konten edukatif dengan entertainment atau disebut sebagai edutaiment. Masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk bisa menjaga lingkungan, referensi ide kreatif dalam pembuatan konten yang hampir tidak terbatas. Yang terpenting adalah dilakukan saja dulu, demi membangkitkan empati terhadap banyak isu lingkungan di lokasi pariwisata.
Pantai Wonogoro bukan hanya sebagai sebuah tempat destinasi, tapi juga alam yang harus dijaga kelestariannya, yang dimana sayangnya masih banyak yang belum memiliki kesadaran tersebut. Mengingat dahulu pernah terjadi banjir bandang di Sungai Jedi yang dahulu merupakan muara air sungai ke laut sebelum banjir bandang melanda yang merupakan bencana alam alami.
Dengan adanya kesadaran akan lingkungan setidaknya kita bisa mengobservasi dan mencegah terjadinya lagi walaupun ada fenomena yang di luar kendali manusia.
Artikel ini tulis oleh saya Andrew Sugiri sebagai mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari program studi Ilmu Komunikasi yang di ampu oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., sebagai bentuk kepedulian untuk membangun kesadaran pentingnya komunikasi pariwisata di era digital yang ditujukan untuk mengajak Gen Z peduli akan lingkungkan dimulai dari Pantai Wonogoro, Malang Selatan. Pada intinya, komunikasi pariwisata di era digital bisa dapat dimanfaatkan untuk menjaga masa depan yang baik dan membangun sebuah aksi nyata Gen Z sebagai generasi agen perubahan.

Social Header