Dari secangkir kopi hingga suasana tempat yang nyaman, semua kini dapat kita lihat terlebih dahulu melalui layar ponsel. Sebelum datang ke sebuah coffee shop, banyak konsumen memilih melihat konten Instagram dan TikTok untuk mengetahui pengalaman apa yang ditawarkan. Tidak heran jika media sosial kini menjadi “etalase digital” yang berperan penting dalam membangn citra sebuah brand di mata konsumen.
Fenomena tersebut turut dimanfaatkan oleh Unesa Coffee sebagai salah satu coffee shop yang berada di lingkungan Universitas Negeri Surabaya. Melalui Instagram dan TikTok, Unesa Coffee tidak hanya memperkenalkan produk yang ditawarkan, tetapi membangun pengalaman digital bagi audiens. Berbagai konten yang menampilkan fasilitas, suasana, hingga aktivitas pengunjung menjadi cara untuk memperkuat identitas Unesa Coffee di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin kompetitif.
Alia Safitri, mahasiswa aktif semester 6 yang aktif berkuliah pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses tersebut melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksana di Unesa Coffee selama periode 2 Maret hingga 2 Juli 2026.
Program ini memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana media sosial dikelola sebagai sarana komunikasi dan branding sebuah usaha. Diera digital saat ini, media sosial telah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pelaku bisnis untuk menjangkau konsumennya.
Kehadiran platform seperti Instagram dan TIk Tok memungkinkan sebuah brand berkomunikasi secara langsung dengan audiens melalui konten yang interaktif, informatif, dan relevan. Bagi bisnis kuliner, media sosial bahkan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk berkunjung.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, keterlibatan dalam pengelolaan media sosial memberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai teori yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktek dunia kerja. tIdak hanya memahami konsep komunikasi secara teoritis, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana strategi komunikasi digital dijalankan untuk membangunn hubungan antara brand dan konsumen. Selama menjalani program MBKM, penulis terlibat dalam berbagai aktivitas produksi dan pengelolaan konten media sosial Unesa Coffee.
Salah satu tugas yang dilakukan adalah membantu pengambilan footage untuk kebutuhan konten Instagram Reels dan TikTok. Selain itu, penulis juga bertanggung jawab dalam mengedit desain story yang dipublikasikan pada berbagai peringatan hari besar nasional, serta mengedit konten feed Instagram agar tetap memiliki tampilan yang menarik dan konsisten dengan identitas visual Unesa Coffee.
Meskipun sering dianggap sederhana, proses pembuatan konten media sosial membutuhkan perencanaan yang matang. Setiap unggahan harus mampu menyampaikan pesan yang sesuai dengan karakter brand sekaligus menarik perhatian audiens. Mulai dari pemilihan visual, penyusun desain, hingga penyampaian informasi dalam caption menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif pengikut media sosial.
Saat ini akun Instagram Unesa Coffee memiliki sekitar 544 pengikut, sedangkan akun TikTok memiliki 56 pengikut. Media sosial menjadi sarana yang terus dikembangkan untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus memperkenalkan berbagai layanan dan fasilitas yang dimiliki. Kehadiran konten yang konsisten membantu audiens mengenal Unesa Coffee tidak hanya tempat menikmati kopi, tetapi juga sebagai ruang yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, maupun menghabiskan waktu bersama teman.
Menariknya, beberapa konten yang memperoleh tingkat keterlibatan atau engagement tinggi justru bukan hanya berfokus pada promosi produk. Konten yang mengajak audiens mengeksplorasi fasilitas yang tersedia di unesa coffee serta menampilkan pengalaman yang dapat dirasakan pengunjung mendapatkan respons yang cukup positif.
Melalui konten tersebut, audiens dapat melihat secara langsung suasana yang ditawarkan sehingga muncul ketertarikan untuk berkunjung. Fenomena ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital saat ini tidak lagi berorientasi pada penjualan semata. Audiens cenderung lebih tertarik pada konten yang mampu menghadirkan pengalaman, cerita, dan informasi yang dekat dengan kehidupan merek. oleh karena itu, konten media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara brand dan konsumen.
Pengalaman selama MBKM ini memperlihatkan bahwa media sosial bukan sekedar sarana promosi, tetapi juga media komunikasi strategis yang mampu membentuk citra sebuah brand. Dalam perspektif Ilmu komunikasi, setiap konten yang dipublikasikan merupakan pesan yang dirancang untuk menciptakan persepsi tertentu di benak audiens. Hal tersebut terlihat dari konten-konten Unesa Coffee yang menampilkan fasilitas dan pengalaman pengunjung, yang justru memperoleh engagement lebih tinggi dibandingkan konten promosi produk.
Temuan ini menunjukan bahwa audiens cenderung tertarik pada konten yang mampu menghadirkan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, pemilihan visual, desain konten, hingga penyampaian informasi menjadi bagian penting dalam membangun citra positif serta memperkuat hubungan antara Unesa Coffee dan konsumennya melalui media sosial.
Melalui kegiatan ini, penulis tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam bidang content creator, tetapi juga memahami bagaimana media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat komunikasi strategis. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Pada akhirnya, perjalanan sebuah konten dimulai dari kamera yang merekam berbagai momen hingga akhirnya hadir di layar ponsel konsumen. Dibalik setiap uanggahan yang terlihat sederhana, terdapat upaya untul memangun citra, menciptakan kedekan, dan memperkuat hubungan antara brand dengan konsumennya. Melalui media sosial yang dikelola secara kreatif dan terencana, Unesa Coffee menunjukkan bahwa komunikasi digital dapat menjadi jembatan yang efektif dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan di era modern.
Informasi penulis
- Nama: Alia Safitri
- Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Social Header