Di era digital, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan, Instagram dan TikTok kini juga dimanfaatkan sebagai media promosi oleh berbagai pelaku usaha, termasuk bisnis kuliner. Melalui konten foto maupun video pendek, sebuah cafe dapat memperkenalkan menu, suasana tempat, hingga membangun komunikasi dengan calon pelanggan secara lebih luas.

Fenomena tersebut juga dimanfaatkan oleh Grande Garden Cafe yang berlokasi di Prigen, Pasuruan. Cafe yang mengusung konsep wisata kuliner dengan nuansa alam tersebut aktif menggunakan Instagram dan TikTok sebagai media promosi digital. Berbagai konten yang diunggah tidak hanya menampilkan menu makanan dan minuman, tetapi juga memperlihatkan suasana cafe yang asri serta berbagai aktivitas yang menarik perhatian audiens.

Inaka Gemilang Syafrudin, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang menjalani program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai Content Creator di Grande Garden Cafe, penulis berkesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses pemanfaatan Instagram dan TikTok sebagai media promosi digital.

Selama kegiatan magang berlangsung, penulis bersama tim Content Creator bertanggung jawab dalam melakukan brainstorming ide konten, proses shooting, hingga editing video maupun foto yang akan dipublikasikan pada akun Instagram @grande_gardencafe dan TikTok @granegardencafe. Ide konten yang dibuat berasal dari berbagai sumber, mulai dari tren yang sedang berkembang di TikTok, arahan dari owner maupun tim marketing, hingga gagasan kreatif yang muncul dari tim Content Creator sendiri.

Menurut penulis, Instagram dan TikTok dipilih sebagai media promosi karena kedua platform tersebut memiliki jumlah pengguna yang besar dan digunakan oleh berbagai kelompok usia. Selain itu, banyak influencer maupun content creator yang memanfaatkan kedua platform tersebut untuk membangun citra bisnis, termasuk bisnis kuliner. Kondisi tersebut membuat Instagram dan TikTok menjadi sarana promosi yang efektif karena informasi dapat disebarkan secara cepat dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Mengikuti tren menjadi salah satu strategi yang diterapkan dalam proses pembuatan konten. Sebab, tren di media sosial bergerak sangat cepat dan mampu memengaruhi preferensi audiens. Ketika sebuah konsep video atau jenis musik sedang banyak digunakan, tim akan berdiskusi untuk menyesuaikannya dengan karakter Grande Garden Cafe. Tujuannya bukan sekadar mengikuti tren, tetapi bagaimana tren tersebut dapat dikemas ulang sehingga tetap mencerminkan identitas cafe.

Salah satu tren yang pernah diikuti adalah penggunaan sound "Sency" dari Dia Tenxi yang sempat populer dan sering muncul pada halaman For You Page (FYP) TikTok maupun Instagram Reels. Melihat tren tersebut, tim segera mengadaptasikannya ke dalam konten Grande Garden Cafe dengan harapan dapat meningkatkan jangkauan audiens dan membuat konten lebih mudah ditemukan oleh pengguna lain.

Setelah konsep ditentukan, proses dilanjutkan dengan pengambilan gambar dan video. Pada tahap ini, detail visual menjadi perhatian utama. Pemilihan sudut pengambilan gambar, pencahayaan, hingga penataan makanan dilakukan agar menghasilkan tampilan yang menarik. Tidak jarang proses shooting dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan konsep yang telah disepakati.

Tahap berikutnya adalah editing. Video yang telah direkam kemudian dipotong, disusun, dan ditambahkan musik maupun transisi agar lebih dinamis. Format video pendek seperti Instagram Reels dan TikTok dipilih karena mampu menyampaikan informasi secara cepat sekaligus menarik perhatian audiens.

Salah satu jenis konten yang paling sering digunakan adalah Instagram Reels. Format video pendek ini dipilih karena mampu menyampaikan banyak informasi dalam waktu singkat. Melalui Reels, tim Content Creator dapat menampilkan suasana cafe, menu makanan, hingga pengalaman pengunjung dalam satu video yang ringkas dan menarik. Durasi yang singkat juga membuat audiens lebih nyaman menonton hingga akhir sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih efektif.

"Sebagai seseorang yang berperan di balik layar pembuatan konten, saya merasakan bahwa pemanfaatan Instagram dan TikTok sangat membantu tim dalam melakukan promosi. Media sosial memungkinkan informasi mengenai Grande Garden Cafe menjangkau masyarakat yang lebih luas. Selain itu, perkembangan teknologi dan tren yang terus berubah membuat kami dituntut untuk terus beradaptasi dan menghadirkan konten yang relevan. Menurut saya, hal tersebut menjadi salah satu kekuatan media sosial sebagai sarana promosi di era digital," ujar Inaka Gemilang Syafrudin selaku Content Creator Grande Garden Cafe.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa promosi digital saat ini bukan lagi sekadar mengunggah foto makanan. Di balik setiap unggahan terdapat proses kreatif yang menggabungkan ide, kemampuan visual, pemahaman tren, serta strategi komunikasi yang disesuaikan dengan karakter audiens. Peran Content Creator pun menjadi semakin penting karena tidak hanya bertugas membuat konten, tetapi juga membantu menyampaikan pesan dan citra yang ingin dibangun oleh sebuah brand.

Pada akhirnya, Instagram dan TikTok telah mengubah cara bisnis kuliner berkomunikasi dengan pelanggannya. Grande Garden Cafe menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang lebih interaktif dan visual. Melalui konten yang kreatif dan relevan, media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berbagi foto, tetapi telah berkembang menjadi ruang komunikasi yang mampu mempertemukan bisnis dengan audiensnya di era digital.

Informasi Penulis

  • Nama: Inaka Gemilang Syafrudin
  • Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya