Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi isu serius di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk di Surabaya. Berdasarkan data terbaru, Menurut data dari Suara Surabaya dalam artikel berjudul “Produksi Sampah di Surabaya Mencapai 1.800 Ton per Hari, Bisa Berkurang karena Masyarakat Masif Memilah”, jumlah timbulan sampah di Kota Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari yang berasal dari aktivitas rumah tangga, industri, hingga sektor komersial. Bahkan dalam beberapa laporan lain, angka tersebut berkisar antara 1.600 hingga 1.810 ton per hari, menunjukkan besarnya volume sampah yang harus dikelola setiap harinya.
Besarnya jumlah sampah tersebut tidak hanya menjadi tantangan lingkungan, tetapi juga membuka peluang jika dikelola dengan tepat. Salah satu solusi yang terus dikembangkan adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah, yang mampu mengubah sampah menjadi nilai ekonomis.
Melalui kegiatan magang di Bank Sampah Induk Surabaya, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Flaviani Sabina Nuria Tutung, berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai konsep “sampah bisa jadi uang”. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana edukasi yang efektif di era digital.
Instagram dipilih karena memiliki kekuatan visual yang mampu menyampaikan pesan secara menarik, cepat, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Melalui konten edukatif seperti video pendek, infografis, serta caption informatif, masyarakat diajak untuk memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Konsep “sampah bisa jadi uang” merujuk pada sistem pengelolaan sampah melalui bank sampah, di mana masyarakat dapat memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kertas, dan logam, kemudian menyetorkannya untuk ditukar dengan nilai rupiah. Sistem ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Selama kegiatan magang berlangsung, berbagai strategi komunikasi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satunya adalah dengan menciptakan konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti edukasi cara memilah sampah dari rumah, jenis sampah bernilai jual, serta keuntungan menjadi nasabah bank sampah. Penggunaan bahasa yang sederhana dan visual yang menarik menjadi kunci agar pesan dapat diterima dengan baik oleh berbagai kalangan.
Selain melalui media sosial, edukasi juga diperkuat melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Karena pada dasarnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat itu sendiri.
Peran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi penting sebagai agen perubahan, khususnya dalam menjembatani komunikasi antara lembaga dan masyarakat. Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, pesan mengenai pentingnya pengelolaan sampah dapat tersampaikan secara efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, di antaranya pembimbing lapangan di Bank Sampah Induk Surabaya yaitu Rizana Hasna Yusuf, S.T., serta dosen pembimbing Ibu Hajidah Fildzahun Nadhilah Kusnadi, S.Sos., M.A. yang senantiasa memberikan arahan dan pendampingan selama proses kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah cara pandang terhadap sampah, dari yang semula dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang memiliki manfaat ekonomi. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, maka upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dapat terwujud.
Pada akhirnya, konsep “sampah bisa jadi uang” bukan hanya sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Melalui pemanfaatan media sosial seperti Instagram, edukasi ini dapat menjangkau lebih luas dan mendorong perubahan perilaku secara kolektif di tengah masyarakat.
Oleh : Flaviani Sabina Nuria Tutung

Social Header