Jepara, 18 Mei 2026
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus berupaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan kewirausahaan melalui program pembinaan kemandirian. Kegiatan pembinaan diwujudkan melalui inovasi pembuatan ceriping atau keripik pisang yang dipusatkan di area Dapur Rutan Jepara. Pembinaan keterampilan yang bernilai ekonomis ini diikuti dengan penuh antusias oleh para warga binaan.
Gagasan produksi camilan ini merupakan inovasi aplikatif yang diinisiasi oleh para peserta program Maganghub Batch 2 Kementerian Ketenagakerjaan yang tengah melaksanakan tugas di Rutan Jepara. Dalam proses pelaksanaannya, warga binaan mempraktikkan langsung pembuatan keripik pisang dengan didampingi oleh Bapak Thohir Azis selaku Pengelola dan Pengolah Makanan Rutan Jepara, bersama para peserta magang. Kolaborasi pengawasan ini dilakukan guna memastikan seluruh tahapan produksi berjalan higienis dan sesuai dengan standar pengolahan pangan.
Terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, Thohir Azis menjelaskan bahwa inovasi kuliner ini sengaja dipilih karena prosesnya yang mudah dipahami oleh warga binaan.
"Bahan baku pisang sangat mudah didapatkan dan modalnya terjangkau. Kami bersama rekan-rekan peserta magang memberikan edukasi secara menyeluruh, mulai dari teknik pemilihan bahan, pemotongan, penggorengan, hingga pengemasan produk agar ceriping pisang yang dihasilkan renyah dan memiliki daya jual tinggi," ungkap Thohir.
Menanggapi terselenggaranya inovasi tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, memberikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara petugas, peserta magang, dan warga binaan. Ia menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari upaya pemulihan hidup narapidana.
"Inovasi pembuatan keripik pisang ini bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan bertujuan membentuk jiwa kewirausahaan. Kami berharap keterampilan praktis ini kelak dapat menjadi modal kemandirian ekonomi bagi warga binaan saat mereka berintegrasi kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.
Andri
Social Header