Breaking News

Aktivis HAM KontraS Andrie Yunus disiram Air Keras

Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus Tak Surutkan Perjuangan KontraS. (Foto: ist)
JAKARTA – Aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), tidak menyurutkan langkah organisasi tersebut dalam memperjuangkan demokrasi dan perlindungan HAM di Indonesia.

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 23.37 WIB di kawasan Salemba, Jakarta. Saat itu, Andrie Yunus diduga diserang oleh dua orang tidak dikenal yang berboncengan menggunakan sepeda motor.

Pelaku mendekati korban dan secara tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian. Serangan tersebut membuat korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh.

Akibat kejadian tersebut, Andrie Yunus mengalami luka pada bagian wajah, tangan, dada, serta mata. Korban kemudian mendapatkan pertolongan dari warga sekitar sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Insiden ini terjadi tidak lama setelah Andrie Yunus selesai melakukan kegiatan diskusi dan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta. Diskusi tersebut membahas isu demokrasi dan situasi hukum di Indonesia.

Menanggapi peristiwa ini, pihak KontraS mengecam keras tindakan kekerasan tersebut. Mereka menilai serangan terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk intimidasi terhadap para pembela HAM yang selama ini aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan dan praktik pelanggaran HAM.

Meski demikian, KontraS menegaskan bahwa teror tersebut tidak akan menghentikan perjuangan mereka dalam memperjuangkan keadilan dan perlindungan HAM di Indonesia.

Organisasi tersebut juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus serta menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan berbagai organisasi masyarakat sipil, yang berharap agar proses hukum berjalan transparan serta memberikan perlindungan bagi para aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
© Copyright 2022 - mediamassa.co.id