Wacana Prabowo Dua Periode di Era Pilpres Tanpa Ambang Batas Menguat, Partai Politik Mulai Tegaskan Sikap. (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Jakarta - Senin, 9 Februari 2026 — Wacana agar Presiden RI Prabowo Subianto mencalonkan diri kembali dan menjabat selama dua periode pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 semakin menguat di tengah dinamika politik nasional. Isu ini muncul di tengah sistem Pilpres tanpa presidential threshold, yang membuka peluang partai politik mengusung calon Presiden dan Wakil Presiden tanpa syarat ambang batas suara atau kursi parlemen.
Koalisi dan Dukungan Partai
1. Partai Gerindra
Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, mengatakan bahwa dukungan untuk Prabowo dua periode masih merupakan wacana yang belum diputuskan final. Prabowo, menurut Dasco, akan mengevaluasi kinerja pemerintahannya sebelum menentukan langkah politik ke depan.
2. PKB dan PAN
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memberi sinyal kuat mendukung Prabowo untuk kembali maju pada Pilpres 2029, sementara Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong Ketua Umumnya Zulkifli Hasan (Zulhas) menjadi calon wakil presidennya. PAN menekankan konsistensi dukungan terhadap Prabowo yang sudah terjadi sejak Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
3. Partai NasDem
Partai NasDem menilai wacana Prabowo dua periode masuk akal dengan alasan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Wakil Ketua DPP NasDem menyoroti approval rating yang cukup tinggi sebagai salah satu faktor yang mendukung wacana tersebut.
Reaksi Partai Lain dan Tokoh Politik
PDIP menyatakan bahwa pembicaraan soal Pilpres 2029 masih terlalu dini. Ketua DPP PDIP mengingatkan elite politik agar fokus pada isu-isu kesejahteraan rakyat, termasuk tantangan ekonomi seperti harga bahan pokok yang meningkat, ketimbang hanya berbicara soal kontestasi pemilu di masa depan.
Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden RI, mengatakan bahwa dirinya tetap fokus pada tugasnya menjalankan program pemerintahan saat ini meskipun namanya disebut-sebut dalam wacana paket Jokowi–Prabowo dua periode.
Tanpa Presidential Threshold: Peluang & Tanggapan
Sistem Pilpres tanpa presidential threshold memberikan peluang bagi semua partai politik untuk mencalonkan pasangan calon Presiden–Wakil Presiden tanpa harus memenuhi ambang batas dukungan parlemen atau suara nasional. Putusan Mahkamah Konstitusi ini dianggap membuka ruang demokrasi yang lebih luas — tetapi juga meningkatkan dinamika politik jelang Pilpres 2029.
Analisis Politik
Pengamat politik menyebut dukungan yang mengalir dari berbagai partai pendukung pemerintah menunjukkan strategi awal membangun momentum politik bagi figur Prabowo. Namun, dinamika ini masih sangat cair dan belum mengarah pada kesimpulan final paket calon yang akan diusung pada Pilpres 2029.
Isu Prabowo Subianto dua periode di era Pilpres tanpa ambang batas telah menjadi pembicaraan intens di kalangan partai politik dan elite nasional. Meski sejumlah partai besar memberi dukungan eksplisit atau sinyal positif, keputusan resmi mengenai pencalonan Prabowo serta pasangan calon yang menyertainya belum final dan kemungkinan akan terus berkembang menjelang Pemilu 2029.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header