| Ifunanya Nwangene Meninggal Dunia Usai Digigit Ular saat Tidur di Rumah, Penyanyi The Voice Nigeria Berusia 26 Tahun. (Dok.Instagram) |
Abuja, Nigeria - Selasa, 3 Februari 2026 – Ifunanya Nwangene, penyanyi muda berbakat asal The Voice Nigeria musim ketiga, meninggal dunia setelah digigit ular saat tidur di rumahnya di Abuja pada 31 Januari 2026. Kejadian tragis ini menggemparkan dunia musik dan memicu duka mendalam dari para penggemar serta kolega artis.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan, Ifunanya — yang juga dikenal dengan panggilan Nanyah — terbangun akibat gigitan ular saat sedang tidur di rumahnya pada Sabtu dini hari. Sahabat serta rekan paduan suara, Hillary Obinna, menyatakan bahwa gigitan itu langsung membuatnya mencari pertolongan medis.
Ia pertama kali dibawa ke klinik terdekat, namun fasilitas tersebut tidak memiliki antivenom (antibisa) yang diperlukan untuk menangani gigitan ular berbisa. Setelah itu, ia dirujuk ke Federal Medical Centre di Abuja, tetapi sayangnya nyawanya tidak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut pada hari yang sama.
Petugas kemudian menemukan dua ekor ular di dalam rumahnya, dan video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pawang ular mengevakuasi salah satu reptil tersebut.
Karier Ifunanya Nwangene: Bintang The Voice yang Bersinar
Ifunanya Nwangene mulai dikenal luas setelah tampil di musim ketiga The Voice Nigeria pada tahun 2021 dengan membawakan lagu “Take a Bow” karya Rihanna. Penampilan itu berhasil membuat dua juri turn their chairs dan mempopulerkannya di seluruh Nigeria serta dunia maya.
Selain berkiprah sebagai penyanyi berbakat, ia juga aktif sebagai soprano di paduan suara Amemuso Choir dan tengah mempersiapkan konser tunggal pertamanya yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026.
Sebelum kejadian tragis, ia sempat mengumumkan proyek musik baru melalui Instagram, termasuk kolaborasi dengan musisi Nigeria, Tbrass.
Kabar kepergian Ifunanya disampaikan oleh Sam C. Ezugwu, direktur musik Amemuso Choir, melalui pernyataan resmi di media sosial. Ia menyebut Ifunanya sebagai “bakat yang sedang bersinar” dan menyatakan suara serta semangatnya akan sangat dirindukan oleh komunitas musik di seluruh dunia.
Musisi yang pernah berkolaborasi dengannya, Tbrass, juga memberikan penghormatan emosional melalui unggahan media sosial, menyatakan kesedihan mendalam atas kehilangan seorang teman dan rekan kerja yang berbakat.
Tragedi ini kembali menyoroti isu ketersediaan antivenom di fasilitas kesehatan, terutama di daerah-daerah tropis seperti Nigeria di mana gigitan ular berbisa masih menjadi ancaman nyata. Kejadian ini memicu diskusi publik tentang pentingnya kesiapan medis untuk kasus gigitan ular yang mendadak.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header