Nicolás Maduro Ditangkap, Presiden Venezuela Dibawa ke AS dengan Pengawalan FBI (foto: ist)

Washington DC – Minggu, 4 Januari 2026 - Presiden Venezuela Nicolás Maduro dilaporkan tiba di Amerika Serikat (AS) dengan pengawalan ketat Federal Bureau of Investigation (FBI) usai ditangkap. Informasi tersebut disampaikan media AS dan dikutip oleh Detikcom pada Minggu (waktu setempat).

Dalam laporan tersebut, Maduro terlihat berada di bawah penjagaan aparat keamanan AS sejak turun dari pesawat. Pengawalan ketat dilakukan mengingat status Maduro sebagai kepala negara yang tengah menghadapi tuduhan serius dari otoritas Amerika Serikat.

Menurut sumber yang dikutip, penangkapan Maduro berkaitan dengan kasus dugaan kejahatan lintas negara, termasuk tuduhan yang sebelumnya pernah dilayangkan pemerintah AS terhadap lingkaran elite Venezuela. Otoritas AS menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Sementara itu, pihak pemerintah Venezuela bereaksi keras atas kejadian ini. Pejabat tinggi Caracas mengecam tindakan AS dan menyebut penangkapan Maduro sebagai pelanggaran kedaulatan negara serta hukum internasional. Pemerintah Venezuela juga menuntut penjelasan resmi dan pembebasan segera presidennya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Nicolás Maduro terkait penangkapannya. Situasi ini diperkirakan akan memperkeruh hubungan diplomatik antara Venezuela dan Amerika Serikat, yang selama ini sudah diwarnai ketegangan politik dan sanksi ekonomi.

Perkembangan kasus ini menjadi sorotan dunia internasional, mengingat jarang terjadi seorang presiden aktif negara berdaulat ditangkap dan dibawa ke AS oleh aparat federal.

Artikel ini telah tayang di 
Mediamassa.co.id