| Kolaborasi TemanLab dan GIMA Dorong Peran Mahasiswa Perkuat Pendidikan di Desa Tertinggal |
Bogor, Jawa Barat - Rabu, 31 Desember 2025 – Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan pembangunan di wilayah perkotaan, kesenjangan akses pendidikan dan infrastruktur masih menjadi persoalan serius di sejumlah daerah pedesaan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Gerakan Imaka Mengajar (GIMA), sebuah inisiatif pengabdian mahasiswa yang hadir untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pembangunan infrastruktur desa.
Ketua Pelaksana Gerakan Imaka Mengajar, Wildan Hawari, mengatakan gerakan ini lahir dari kesadaran mahasiswa akan tanggung jawab moral sebagai generasi muda terdidik. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengabdian masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga hadir dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Gerakan Imaka Mengajar menjadi ruang bagi kami untuk mengabdi dan belajar bersama masyarakat desa,” ujar Wildan.
Ia menjelaskan, tujuan utama Gerakan Imaka Mengajar adalah menumbuhkan empati dan semangat pengabdian mahasiswa, sekaligus memberikan wadah konkret untuk merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak desa serta mendukung pembangunan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur.
Dalam pelaksanaannya di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada 25-28 Desember 2025, Gerakan Imaka Mengajar yang berkolaborasi dengan TemanLab telah menjalankan berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Salah satunya adalah pembelajaran dasar untuk anak usia dini, yang difokuskan pada penguatan kemampuan membaca, berhitung, dan pembentukan karakter sejak dini.
Tak hanya di bidang pendidikan, mahasiswa juga mengadakan eksperimen kimia sederhana yang memanfaatkan bahan-bahan rumah tangga sebagai aromaterapi sekaligus pengusir nyamuk. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sains secara aplikatif dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Di sektor kesehatan, Gerakan Imaka Mengajar menyelenggarakan medical check-up gratis bagi warga desa serta sosialisasi gizi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa juga dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Mahasiswa bersama warga turut membangun kebersamaan melalui kegiatan memasak dan makan bersama. Selain itu, mereka terlibat langsung dalam pembangunan dan renovasi fasilitas umum seperti kamar mandi dan surau, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perbaikan infrastruktur desa.
Wildan berharap Gerakan Imaka Mengajar dapat membuka mata berbagai pihak bahwa masih banyak wilayah di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius dalam aspek pendidikan dan infrastruktur. “Semoga melalui kegiatan ini, pemerintah dapat mendukung dan membantu penuh wilayah-wilayah yang masih berkekurangan dalam aspek tertentu,” tandasnya.
Gerakan ini juga mendapat dukungan dari sektor swasta. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sains dan teknologi, TemanLab turut ambil bagian sebagai sponsor kegiatan. Account Manager TemanLab, Nadiya Syava, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bukan sekadar dukungan finansial, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial.
“Kami percaya kemajuan bangsa dimulai dari pelosok desa. Melalui dukungan ini, kami ingin menjembatani kesenjangan akses pendidikan dan kesehatan, terutama di daerah 3T. Ini semua merupakan bentuk tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat,” kata Nadiya.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header