| Kelulusan Peserta Program Bahasa Korea: POSCO 1% Foundation Bersama GNI Buka Akses Global bagi Pemuda Cilegon |
Cilegon - Sabtu, 27 Desember 2025 – POSCO 1% Foundation resmi meluluskan 82 peserta dari Batch 1 Program Bahasa Korea yang dikolaborasikan dengan Pemerintah Kota Cilegon dan Gugah Nurani Indonesia (GNI). Acara kelulusan dilaksanakan di Gedung Human Resource Development Center PT Krakatau POSCO dan dihadiri oleh Plt Asisten Daerah 1 Kota Cilegon, Bambang Hario Bintan; Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Mathilda Antoinette Buisan; serta Human Resource & General Affair Director PT Krakatau Posco, Iip Arief Budiman.
Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan kebudayaan Korea oleh para peserta, selain penganugerahan penghargaan Best Student Award dan pemberian sertifikat. Diresmikan pada 14 Agustus 2025, program ini bertujuan memperkuat kapasitas ketenagakerjaan pemuda Cilegon dan memperluas akses pendidikan Bahasa Korea. Bukan hanya sekadar bahasa, program ini menjadi wadah membuka peluang masa depan yang lebih baik, sehingga pemuda dapat bersaing di kancah global.
Selain itu, program ini berfokus pada persiapan pemuda lokal untuk bekerja dan mendapatkan pelatihan di Korea, membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan, dan mendorong pengembangan masyarakat. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilegon kedepannya.
Dalam pidatonya, Bambang Hario Bintan yang mewakili Wali Kota Cilegon menyampaikan bahwa kerjasama ini adalah sinergi lintas pihak untuk mewujudkan peluang kerja nyata. “Dalam misi pemerintah daerah Kota Cilegon, terdapat 6 misi. Misi pertama terkait pendidikan formal dan informal untuk menciptakan infrastruktur dan kualitas pendidikan, sedangkan misi ketiga terkait penciptaan lapangan kerja guna mengentaskan pengangguran. Program ini adalah salah satu upaya kolaborasi dan integrasi antar pihak untuk mencapai kedua misi itu, dan kami berharap kerjasama ini terus berkelanjutan,” ujarnya.
Durasi program pelatihan berkisar 3-6 bulan, tergantung kurikulum dan kategori kelas. Terdapat 3 kelas, yaitu Kelas EPS TOPIK untuk persiapan kerja migran ke Korea Selatan, Kelas Umum yang berfokus pada penguasaan bahasa sehari-hari, dan Kelas Teenager yang diikuti oleh anak Pesantren dan Panti Asuhan Yayasan Maulana Hasanudin. Selain kelas bahasa, program ini juga menyediakan Korean Cultural Class untuk mempelajari kebudayaan Korea.
Iip Arief Budiman menyampaikan dampak baik dari kegiatan ini dan apresiasi atas dukungan pemerintah serta pemangku kepentingan. “PT Krakatau Posco menyadari bahwa kehadiran industri harus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Program POSCO 1% Korean Class Language Program ini diharapkan terus berkelanjutan baik dari sisi jumlah peserta maupun rencana pembelajaran. Ini adalah sumbangsih kami untuk membuka peluang kepada anak-anak dan masyarakat Cilegon mendapatkan akses pekerjaan yang lebih luas dan menjanjikan. Kami juga sangat apresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Cilegon terkait inisiatif ini bersama Gugah Nurani Indonesia,” katanya.
Untuk menunjang pembelajaran dan penerapan Bahasa Korea yang lebih baik, program ini bekerja sama dengan Sejong Korean Language Center untuk menghadirkan guru asal Korea, sehingga peserta dapat belajar langsung dari penutur asli. Seluruh kelas bersifat gratis, disponsori oleh POSCO 1% Foundation sebagai donor, sehingga peserta tidak dikenai biaya sama sekali selama mengikuti program.
Gugah Nurani Indonesia berperan sebagai implementor dan mitra strategis untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat dirancang, dijalankan, dan dimonitor secara berkelanjutan guna memberikan manfaat optimal, khususnya dalam pengembangan kapasitas dan daya saing pemuda Cilegon. Melalui pembukaan akses kelas bahasa, GNI berkontribusi menciptakan kesempatan yang lebih merata untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, dan menjemput peluang masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. GNI juga akan memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kolaborasi multipihak, peningkatan kualitas kurikulum dan pendampingan, serta pemantauan dampak secara berkala.
Dalam sambutannya, Mathilda Antoinette Buisan menyampaikan harapan besar terkait program ini. “Atas nama Yayasan Gugah Nurani Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada POSCO 1% Foundation dan Pemerintah Kota Cilegon atas kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan ini adalah kehormatan dan tanggung jawab besar. Program ini bukan sekadar kelas bahasa, melainkan jembatan peluang—membekali pemuda Cilegon dengan keterampilan yang relevan, memperluas akses pendidikan, dan membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik, termasuk kesempatan bekerja dan belajar di kancah global,” ujarnya.
Program ini adalah contoh nyata kolaborasi strategis multipihak antara sektor industri, pemerintah, dan lembaga sosial yang memiliki tujuan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan sumber daya dan pemberdayaan masyarakat lokal. Keberhasilan 82 peserta ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pemuda lokal untuk menyambut peluang yang ada dan membuka kerjasama antara pihak lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header