Jakarta, Senin, 15 Desember 2025 — Dokumen internal yang diduga berasal dari Open Society Foundations (OSF) menunjukkan adanya dugaan aliran pendanaan dari lembaga internasional tersebut ke sejumlah organisasi masyarakat sipil yang aktif selama gelombang protes dan kerusuhan di Indonesia pada Agustus–September 2025. Temuan ini memicu perdebatan tajam di publik mengenai peran dana asing dalam dinamika sosial-politik dalam negeri.
Dokumen yang beredar secara daring dan ditinjau sejumlah pengamat tersebut mencakup proposal hibah, perjanjian internal, serta proposal dukungan jangka panjang kepada organisasi lokal. Dukungan ini dilaporkan diberikan melalui sebuah lembaga perantara yang bekerja untuk membangun ekosistem masyarakat sipil di Indonesia.
Dalam dokumen itu, OSF diduga memberikan hibah bernilai jutaan dolar AS kepada organisasi yang disebut facilitator dalam jaringan protes, yang dinilai memainkan peran dalam koordinasi komunitas dan advokasi. Meski demikian, dokumen tersebut tidak menunjukkan bukti bahwa OSF secara langsung memicu aksi protes atau kerusuhan.
Pengamat politik menyatakan bahwa pendanaan asing kepada lembaga masyarakat sipil dapat menimbulkan kekhawatiran atas batas antara dukungan terhadap demokrasi dan intervensi dalam politik domestik. Kompleksitas hubungan antara filantropi internasional, organisasi non-pemerintah, dan mobilisasi publik perlu dijelaskan secara transparan.
Sampai saat ini, baik pihak Open Society Foundations maupun pemerintah Indonesia belum memberikan klarifikasi resmi mengenai keaslian maupun isi dokumen yang bocor tersebut. Belum ada tanggapan formal yang dipublikasikan mengenai tuduhan dugaan aliran dana tersebut.
Sejumlah kelompok masyarakat menunggu penjelasan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi serta implikasinya terhadap kegiatan organisasi masyarakat sipil di Indonesia, terutama seputar pendanaan dan pengaruh asing dalam konteks protes sosial-politik.
Social Header