| Wakapolri Ungkap Alasan Warga Lebih Pilih Lapor Damkar: Respons Polisi Dianggap Kalah Cepat (Dokumentasi Polri) |
Jakarta, DKI Jakarta - Rabu, 19 November 2025 – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo mengungkapkan alasan mengapa masyarakat kini lebih memilih melapor ke Pemadam Kebakaran (Damkar) dibandingkan ke polisi. Menurutnya, Damkar dianggap memiliki respons jauh lebih cepat dibandingkan layanan aduan Polri.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Selasa (18/11/2025). Ia menegaskan bahwa kecepatan merespons laporan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Polri.
Respons Polisi Dinilai Lambat
Dedi mengakui bahwa quick response time Polri masih belum memenuhi standar ideal. Sementara standar internasional, termasuk PBB, menetapkan bahwa respons darurat seharusnya di bawah 10 menit, Polri hingga kini masih berada di atas angka tersebut.
“Masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke Damkar karena quick response mereka cepat,” ujar Dedi.
Lambatnya respons ini membuat sebagian warga lebih percaya pada Damkar ketika membutuhkan pertolongan cepat, tak hanya saat kebakaran, tetapi juga dalam situasi darurat lainnya.
Polri Genjot Perbaikan Layanan Publik
Untuk mengatasi masalah tersebut, Polri kini tengah mengoptimalkan layanan aduan hotline 110 dan memperkuat digitalisasi pelayanan publik. Wakapolri berharap, dengan sistem baru tersebut, waktu respons dapat dipangkas sehingga berada di bawah standar internasional.
Selain itu, Polri juga melakukan evaluasi internal terhadap tiga aspek utama, yaitu:
• Harkamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)
• Penegakan hukum
• Pelayanan publik
Evaluasi ini dilakukan bekerja sama dengan Litbang Kompas untuk memastikan reformasi kepolisian berjalan efektif.
Komitmen Polri Tingkatkan Kecepatan Layanan
Dedi menegaskan bahwa Polri berkomitmen berubah menjadi institusi yang lebih responsif, cepat, dan menjadi problem solver bagi masyarakat.
Reformasi pelayanan publik menjadi fokus utama agar kepercayaan masyarakat meningkat dan ketergantungan pada institusi lain dalam situasi darurat tidak lagi terjadi.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header