| Krisis Regenerasi Sales: Profesi Besar Tapi Minim Peminat, KOMISI Ungkap Penyebabnya di Harsindo 2025 |
Bandung, Jawa Barat - Jumat, 14 November 2025 - Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) menyoroti krisis regenerasi tenaga penjualan di Indonesia. Meski profesi sales menjadi salah satu kelompok pekerjaan terbesar, regenerasinya justru semakin sulit. Temuan ini mencuat dalam peringatan Hari Sales Indonesia (Harsindo) sekaligus HUT ke-14 KOMISI di Hotel Savoy Homann, Bandung.
Profesi Besar, Tapi Orang Tua Tak Mau Anak Jadi Sales
Pendiri KOMISI, Dedy Budiman, M.Pd., memulai diskusi dengan pertanyaan yang membuat seluruh peserta tersenyum kecut. Ketika ditanya “Susah nggak cari sales?”, seluruh peserta menjawab “susah”. Namun ketika ditanya “Siapa yang bangga jadi sales?”, banyak yang mengangkat tangan.
Ironinya, ketika pertanyaan berubah menjadi “Siapa yang ingin anaknya menjadi sales?”, hampir semua tangan langsung turun.
“Banyak orang tua bilang, ‘Sales itu berat, cukup orang tuamu saja, Nak.’ Profesi ini besar, tapi pelakunya sendiri pun enggan merekomendasikan kepada anaknya,” ujar Dedy disambut tawa para peserta.
Menurutnya, berdasarkan Sakernas BPS Februari 2025, kelompok Tenaga Usaha Penjualan termasuk tiga kelompok pekerjaan terbesar di Indonesia, namun menjadi profesi yang paling sulit mencari regenerasi.
Perubahan Pasar dan Tantangan Sales Modern
Dedy juga menyinggung tema Bandung Sales Training Summit 2025, yaitu “Be Strong or Be Wrong: Leading Sales in The New Reality” yang menekankan pentingnya ketangguhan mental, kepemimpinan, serta adaptasi teknologi.
Pembina KOMISI, James Gwee, menambahkan bahwa sales masa kini harus lincah, digital-friendly, dan terus belajar.
“Lowongan sales paling banyak, tapi generasi sekarang makin fragile. AI tidak menggantikan sales—AI menggantikan sales yang tidak mau belajar,” tegas James.
Ia memperkenalkan konsep “Full-Tilt”, yaitu bekerja dengan totalitas dan fokus penuh. Menurutnya, sales yang menerapkan prinsip ini akan lebih cepat berkembang dan mudah mencapai target.
Visi Baru KOMISI: Sales sebagai Motor Ekonomi
Rangkaian kegiatan Harsindo 2025 melanjutkan Rakernas KOMISI ke-13, yang menghasilkan visi organisasi terbaru:
“Menjadikan profesi sales sebagai sarana meningkatkan harkat hidup, membangun kesejahteraan berkelanjutan, dan menumbuhkan kebanggaan profesional.”
Ketua Umum KOMISI, Indra Hadiwijaya, menyebut visi tersebut menjadi fondasi roadmap KOMISI menuju 2030, dengan semangat:
“From Sales Community for Economic Empowerment to National Movement.”
Ketua DPD KOMISI Jawa Barat, Kartikowati, menegaskan seluruh pengurus bekerja tanpa menerima honor, termasuk para pembicara nasional.
“Ini murni gerakan hati dan chemistry untuk memajukan profesi sales Indonesia,” ujarnya.
Vokasi Jadi Kunci Regenerasi Sales Nasional
Koordinator Divisi Vokasi KOMISI Pusat, Sekar Tyas Nareswari, memaparkan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting regenerasi sales.
Saat ini kurikulum sales berbasis kompetensi yang diinisiasi KOMISI telah diterapkan di 100 SMK Pemasaran di 30 kota, dengan target 1.000 siswa kelas X pada 2025. Seluruh siswa diwajibkan mengunggah tugas ke LinkedIn untuk membangun rekam jejak sejak dini.
Mulai 2026, KOMISI memperluas kolaborasi ke perguruan tinggi melalui riset, magang terapan, dan kemitraan akademik — diperkuat dukungan akademisi internasional Prof. Halimin Herjanto dari Marymount University, AS.
“Dukungan akademik ini memperkuat fondasi ilmiah bagi ekosistem sales Indonesia,” kata Sekar.
Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam membentuk persepsi publik tentang profesi sales.
Dukungan Pemerintah dan Dunia Usaha
Acara Harsindo 2025 dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, R. Nurtafiyana, S.Pt., M.E., serta perwakilan KADIN Jawa Barat, Radius Saputra, yang menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kualitas tenaga penjualan nasional.
Acara ditutup dengan penghargaan guru favorit, pemotongan tumpeng HUT KOMISI ke-14, pertunjukan angklung, dan pembagian doorprize sponsor.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header