Jakarta, DKI Jakarta - Rabu, 10 September 2025 – Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan penilaian jujur terhadap mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. Menurut Mahfud, Nadiem adalah sosok yang bersih dan berintegritas, tetapi dinilai kurang memahami birokrasi pemerintahan.
“Nadiem itu orang bersih. Tetapi tidak paham birokrasi dan pemerintahan,” ujar Mahfud MD.
Rektor Curhat Saat Pandemi
Mahfud mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi pernah meminta kementerian pendidikan memberikan arahan seragam untuk perguruan tinggi di masa pandemi COVID-19.
Untuk memenuhi arahan itu, Mahfud memfasilitasi pertemuan virtual antara Nadiem dan para rektor seluruh Indonesia. Namun, pertemuan tersebut justru menjadi ajang curhat.
“Para rektor bilang, ‘Alhamdulillah akhirnya bisa ditegur. Selama ini kami tidak pernah dapat arahan langsung dari menteri,’” kata Mahfud.
Minim Komunikasi dengan Kampus
Menurut Mahfud, Nadiem jarang hadir secara langsung ke kampus untuk memberikan arahan terkait kebijakan pendidikan tinggi, riset, atau teknologi. Kehadirannya lebih sering untuk acara seremonial seperti pelantikan rektor.
Hal ini membuat banyak kebijakan kementerian tidak tersampaikan dengan baik ke perguruan tinggi.
Gaya Kerja ala Startup
Mahfud juga menyinggung gaya kerja Nadiem yang masih membawa kebiasaan dunia startup. Ia menyebut Nadiem kerap bekerja dari hotel sehingga sulit ditemui pejabat lain dan menghambat koordinasi.
“Dia inovatif, tetapi pemerintahan perlu birokrasi yang tertib. Kalau semua dijalankan seperti perusahaan rintisan, koordinasi bisa kacau,” tegas Mahfud.
Mahfud menegaskan bahwa Nadiem Makarim adalah pribadi yang tidak korup, namun perlu lebih memahami tata kelola birokrasi pemerintahan.
“Bersih iya, tapi tidak paham birokrasi. Itu masalahnya,” kata Mahfud.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header