Mediamassa.co.id – Serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa di Jalur Gaza. Sebuah rudal dilaporkan menghantam titik distribusi air bersih di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Minggu (13/7), saat sejumlah anak Palestina tengah mengambil air. Sedikitnya delapan orang dilaporkan tewas, termasuk enam anak-anak.
Serangan ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang makin memburuk di wilayah Gaza, di mana warga bergantung pada titik air bersih karena rusaknya sistem distribusi akibat perang.
Militer Israel Akui Salah Sasaran
Militer Israel mengakui adanya insiden salah sasaran dalam serangan tersebut. Menurut mereka, target sebenarnya adalah seorang militan dari kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas. Namun rudal mengalami “malfungsi” dan jatuh puluhan meter dari sasaran.
“Kami sedang melakukan peninjauan menyeluruh atas insiden ini dan menyesalkan jatuhnya korban sipil,” tulis pernyataan militer Israel yang dikutip oleh sejumlah media internasional.
Anak-anak Jadi Korban, Dunia Murka
Dokter Ahmed Abu Saifan dari rumah sakit setempat menyebutkan bahwa sebagian besar korban adalah anak-anak. “Anak-anak itu sedang membawa wadah air saat ledakan terjadi. Beberapa dari mereka tewas seketika, sisanya terluka parah,” ujarnya.
Insiden ini memicu kemarahan masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan yang menilai bahwa warga sipil, khususnya anak-anak, kembali menjadi korban dari konflik yang tak kunjung usai.
Krisis Air di Gaza Semakin Parah
Perang berkepanjangan telah membuat layanan air bersih di Gaza nyaris lumpuh. Banyak warga harus antre berjam-jam di titik distribusi air seperti yang menjadi lokasi serangan. Kekurangan bahan bakar juga memengaruhi pengoperasian pabrik desalinasi dan pengolahan air limbah.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, sejak pecahnya perang pada Oktober 2023, lebih dari 58.000 orang tewas, sebagian besar wanita dan anak-anak. Dalam 24 jam terakhir saja, tercatat 139 korban jiwa, menjadikan hari-hari belakangan ini sebagai salah satu yang paling mematikan dalam konflik ini.
Serangan Lain di Hari yang Sama
Beberapa jam setelah insiden Nuseirat, serangan udara lain dilaporkan menghantam pasar di Gaza City. Sebanyak 12 orang tewas, termasuk Ahmad Qandil, seorang konsultan medis ternama. Hingga kini, militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan di pasar tersebut.
(Red)
Social Header