Mediamassa.co.id – Sebuah laporan mengejutkan datang dari Jalur Gaza, di mana pasukan militer Israel dilaporkan menembak rekan mereka sendiri demi mencegah penculikan oleh kelompok Hamas. Insiden ini dikaitkan dengan penerapan Protokol Hannibal, sebuah taktik militer kontroversial yang mengizinkan tindakan ekstrem agar tentara Israel tidak jatuh ke tangan musuh.
Protokol Hannibal: Tentara Israel Bunuh Rekannya Sendiri
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara sayap militer Hamas, Abu Ubaida, dalam video yang dirilis baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa beberapa upaya penculikan tentara Israel sebenarnya nyaris berhasil. Namun, upaya tersebut digagalkan oleh tindakan tentara Israel sendiri yang malah menembak rekan mereka agar tidak hidup-hidup ditangkap Hamas.
"Beberapa kali kami hampir berhasil menculik tentara Israel, namun rekan mereka justru menembak mati tentara yang akan kami bawa," kata Abu Ubaida.
Apa Itu Protokol Hannibal?
Protokol Hannibal merupakan taktik yang diterapkan oleh militer Israel sejak 1986. Tujuan utamanya adalah mencegah prajurit Israel ditawan musuh, meski harus mengorbankan nyawa tentara itu sendiri. Walau sempat direvisi tahun 2016, praktik ini disebut masih diterapkan dalam situasi kritis di medan perang seperti Gaza.
Dampak dan Kontroversi Global
Kebijakan militer ini menuai kecaman luas karena dinilai melanggar prinsip hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional. Banyak pihak mengecam taktik yang memperbolehkan pembunuhan terhadap tentara sendiri, apalagi jika belum terbukti akan ditangkap musuh.
Upaya Hamas Gagal, Israel Korbankan Prajurit Sendiri
Pernyataan dari Abu Ubaida ini mengindikasikan bahwa meski Hamas belum berhasil menculik tentara Israel secara penuh, mereka telah cukup dekat sehingga memicu respons brutal dari militer Israel sendiri.
(Red)
Social Header