Mediamassa.co.id – Tuduhan serius diarahkan kepada militer Israel setelah seorang dokter asal Inggris mengungkap pola penembakan terhadap anak-anak Palestina di Gaza. Sniper Israel diduga menargetkan bagian tubuh anak-anak secara bergantian setiap hari, seperti sedang memainkan sebuah "permainan".
Pernyataan ini disampaikan oleh Profesor Nick Maynard, seorang ahli bedah dari Inggris, dalam wawancaranya dengan BBC Radio 4. Dia menyebut bahwa luka-luka para korban menunjukkan pola yang tidak wajar dan terkesan disengaja.
"Hari ini korban ditembak di kepala, besok di leher, lalu lusa di bagian tubuh lainnya seperti testis. Ini terlihat seperti permainan," ungkap Maynard.
Anak-anak Gaza Jadi Sasaran Sniper Israel Saat Mengantre Bantuan
Maynard menyatakan bahwa mayoritas korban adalah anak-anak dan remaja tak bersenjata. Mereka terluka saat sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Banyak dari mereka mengalami luka serius, termasuk anak-anak berusia 8 hingga 10 tahun.
"Saya tak pernah melihat pola luka seperti ini sebelumnya. Ini bukan kebetulan, tapi sangat sistematis," tambahnya.
Tuntutan Penyelidikan Internasional
Kesaksian ini memicu desakan dari berbagai pihak agar dilakukan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran HAM dan kejahatan perang oleh militer Israel di Gaza. Laporan ini juga menambah panjang daftar dugaan kekejaman terhadap warga sipil selama konflik Israel–Palestina.
Pihak militer Israel hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
(Red)
Social Header