Mediamassa.co.id – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza. Pasukan militer Israel dilaporkan menembaki kerumunan warga Palestina yang sedang mengantre bantuan kemanusiaan. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 26 orang tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.
Peristiwa memilukan itu terjadi di salah satu pusat distribusi bantuan di wilayah utara Gaza. Warga yang sedang mencari makanan dan bantuan dasar justru menjadi sasaran tembakan, memperburuk kondisi krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah tersebut.
Penembakan di Titik Bantuan Gaza
Menurut laporan dari otoritas lokal dan lembaga medis di Gaza, insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, puluhan warga juga menjadi korban dalam serangan serupa di lokasi distribusi bantuan lainnya. Bahkan pada akhir Mei lalu, tank Israel dilaporkan menembak mati sedikitnya 45 warga yang sedang menunggu truk bantuan.
Hingga saat ini, militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden terbaru tersebut. Namun lembaga HAM internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras tindakan militer yang menyasar warga sipil di titik-titik bantuan.
Kantor HAM PBB menyatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan ratusan pembunuhan terhadap warga sipil yang sedang berusaha mendapatkan bantuan sejak akhir Mei, meski belum secara langsung menyalahkan pihak tertentu dalam setiap kejadian.
Krisis Kemanusiaan Memburuk
Serangan demi serangan terhadap warga sipil yang mencari bantuan semakin menambah derita rakyat Gaza. Kekurangan pangan, air bersih, dan obat-obatan telah membuat banyak warga menggantungkan hidup mereka pada distribusi bantuan internasional.
(Red)
Social Header