Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat membuat masyarakat lebih sering menggunakan email dan berbagai aplikasi digital untuk berkomunikasi. Namun, di tengah kemajuan tersebut, penggunaan surat fisik dengan perangko ternyata masih bertahan hingga saat ini. Fenomena tersebut dapat ditemui di PT Pos Kebonrojo Surabaya, di mana sejumlah masyarakat masih datang untuk membeli perangko dan mengirim surat melalui layanan pos. 

Aktivitas pembelian perangko masih terlihat di bagian pelayanan Customer Service kantor pos. Beberapa pelanggan datang membawa amplop maupun dokumen yang akan dikirimkan ke dalam negeri maupun luar negeri. Surat-surat tersebut kemudian ditempel perangko sebelum dikirim ke alamat tujuan. Meskipun teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, sebagian orang masih memilih menggunakan surat sebagai media penyampaian pesan.

Salah satu pelanggan, Irwan (45) mengaku masih menggunakan layanan surat karena adanya dokumen dan barang tertentu yang harus dikirim dalam bentuk fisik.

“Karena ada barang yang harus dikirim hard copy atau fisik, jadi saya masih mengirim pakai surat,” ujarnya.

Selain itu, faktor usia juga menjadi alasan sebagian masyarakat tetap menggunakan layanan surat. Mursi (58), salah satu pelanggan, mengatakan dirinya lebih nyaman menggunakan surat dibandingkan teknologi digital.

“Karena saya sudah tua kurang paham memahami handphone, akhirnya saya masih mengirimkan surat,” ujarnya.

Pengunjung yang membeli perangko berasal dari berbagai kalangan. Bahkan, beberapa pengunjung dari luar negeri juga masih tertarik membeli perangko Indonesia untuk mengirim surat maupun sebagai koleksi. Perangko Indonesia dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena desainnya yang menampilkan berbagai tema seperti budaya, tokoh nasional, flora, fauna. Hal tersebut membuat perangko tidak hanya digunakan sebagai alat pengiriman surat, tetapi juga memiliki nilai seni dan budaya.

Walaupun jumlah pengguna surat tidak sebanyak pada masa lalu, kegiatan surat-menyurat masih tetap berlangsung di PT Pos Kebonrojo Surabaya. Keberadaan masyarakat yang masih membeli perangko menunjukkan bahwa surat fisik tetap memiliki tempat tersendiri di tengah perkembangan teknologi komunikasi modern. Selain menjadi media komunikasi, perangko juga menjadi bagian dari budaya yang masih dipertahankan hingga saat ini.