| Magang Reguler KOMUNTAG dalam Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya |
Surabaya - Jumat, 6 Februari 2026 – Program Magang Reguler Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menjadi ruang pembelajaran praktik yang memberi pengalaman langsung mengenai dunia komunikasi institusional. Salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang mengikuti program magang reguler tersebut adalah Selvy Retno Kristanti, mahasiswa semester lima Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Salah satu divisi internal kampus yang menjadi pelaksanaan magang reguler adalah KOMUNTAG, divisi yang bergerak di bidang publikasi, dokumentasi, dan pengelolaan informasi kegiatan kampus.
Program magang reguler dilaksanakan selama kurang lebih tiga setengah bulan, terhitung sejak 13 Juni hingga 30 September 2025. Selama periode tersebut, mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai aktivitas komunikasi kampus yang mengharuskan untuk menyampaikan informasi tepat waktu, menjaga akurasi data, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan pesan kepada publik internal maupun eksternal universitas.
Selama menjalani magang, Selvy terlibat aktif dalam kegiatan penulisan artikel, pembuatan konten media sosial, serta pengelolaan informasi digital kampus yang dipublikasikan melalui kanal resmi KOMUNTAG. Kegiatan tersebut dilakukan dalam kelompok kecil beranggotakan tiga orang, termasuk Selvy sendiri, sehingga setiap anggota dapat berbagi peran sebagai penulis berita, pengelola sosial media KOMUNTAG, dan sebagai konten kreator.
Pengalaman menarik selama magang dirasakan Selvy ketika menjalankan pelaksanaan tugas liputan kegiatan kampus yang mengharuskan untuk melakukan live report. Dalam kondisi tersebut, laporan harus disampaikan secara tepat waktu, sementara rangkaian kegiatan berlangsung cepat dan dinamis. Kondisi ini mengharuskan kesiapan teknis, ketepatan pengambilan informasi, serta kemampuan bekerja di bawah tekanan waktu.
“Pada saat menjalankan live report, kegiatan berlangsung sangat cepat dan terdapat kendala teknis di lapangan, seperti jaringan internet dan keterbatasan daya perangkat. Namun, hal tersebut menjadi pengalaman berharga dalam melatih kesiapan dan tanggung jawab sebagai bagian dari tugas komunikasi kampus,” ujar Selvy.
Selain menjalankan tugas liputan dan menulis artikel, Selvy juga terlibat dalam pembuatan konten serta pengelolaan media sosial KOMUNTAG, khususnya Instagram dan TikTok. Informasi kampus dikemas dalam bentuk konten visual dan narasi singkat agar mudah dipahami oleh mahasiswa. Penyesuaian bahasa, format, serta pemilihan waktu unggah menjadi bagian penting agar pesan tetap informatif tanpa menghilangkan nilai institusional.
“Pembuatan konten tidak hanya dilakukan satu atau dua kali. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan memastikan pesan tersampaikan dengan baik, sering kali diperlukan penyesuaian dan evaluasi,” kata Selvy.
Pengelolaan media digital kampus juga menuntut konsistensi informasi dan kehati-hatian dalam penyampaian pesan. Setiap konten yang dipublikasikan harus melalui proses penyuntingan agar sesuai dengan konteks kampus serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah audiens. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa media sosial bukan sekadar sarana berbagi informasi, tetapi juga membawa tanggung jawab institusional.
Melalui program magang reguler ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi memperoleh pengalaman nyata dalam praktik komunikasi digital dan jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Pengalaman menulis artikel, memproduksi konten digital, serta mengelola media sosial kampus menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja di bidang komunikasi dan media.
( Selvy Retno Kristanti)
Social Header