| Badan Gizi Nasional Butuh Tambahan 1.500 Peternak Telur untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi) |
Jakarta - Minggu, 11 Januari 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan kebutuhan penambahan sekitar 1.500 peternak ayam petelur guna mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pasokan telur sebagai salah satu sumber protein utama dalam menu MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan permintaan telur akan meningkat signifikan seiring perluasan cakupan penerima manfaat program MBG di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan jumlah peternak menjadi strategi utama agar pasokan pangan tetap stabil dan terjangkau.
Program MBG sendiri menargetkan puluhan juta penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, telur direncanakan menjadi menu rutin yang disajikan setidaknya dua kali dalam sepekan di setiap dapur penyedia layanan MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BGN mencatat, setiap dapur MBG membutuhkan ratusan hingga ribuan butir telur setiap kali penyajian. Tanpa penambahan kapasitas produksi dari peternak lokal, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan antara kebutuhan dan pasokan di lapangan.
Selain menambah jumlah peternak ayam petelur, pemerintah juga mendorong keterlibatan UMKM dan peternak daerah sebagai bagian dari rantai pasok nasional. Skema ini diharapkan tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
BGN optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha peternakan, Program Makan Bergizi Gratis 2026 dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Artikel ini telah tayang di
Mediamassa.co.id
Social Header