Jepara-Jateng

Tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung di sekitar Jembatan Pasar Pecangaan, Kabupaten Jepara, mulai menimbulkan keresahan serius. Selain menimbulkan bau menyengat, kondisi tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan umum maupun pribadi yang setiap hari melintas di jalur vital tersebut.


Krisis kebersihan diruang publik seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah, khususnya Pemerintah Desa setempat. Perlunya koordinasi Pemdes setempat dengan dinas terkait untuk kebijakan jangka panjang mengenai kebersihan ruang publik. Tempat pembuangan sampah di dekat jembatan pasar Pecangaan ( area belakng ) seharusnya diperhatikan karena tempat tersebut merupakan jalur lalu lintas yang cukup padat. Bahaya mengintai akibat tumpukan sampah tersebut apalagi ditengah musim gujan yang sering mengguyur lokasi tersebut. 

Salah satu sopir angkutan umum mengeluhkan tumpukan sampah rumah tangga bercampur plastik, sisa sayuran, hingga limbah pasar terlihat menumpuk di sisi jembatan. Volume sampah yang kian bertambah membuat badan jalan menyempit, memaksa pengendara khususnya angkutan umum dan sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintas.

“Kalau pagi dan sore macet, sampahnya makan jalan. Kendaraan besar susah lewat, apalagi bus dan truk,” ujar Dika seorang pengemudi angkutan umum yang kerap melintas di lokasi, Senin (22/12/2025).


Tak hanya menghambat arus lalu lintas, tumpukan sampah di area jembatan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan. Saat hujan, sampah kerap terbawa air hingga ke badan jalan, membuat permukaan licin dan rawan kecelakaan. 

Selain itu, Tumpukan sampah juga sangat berbahaya untuk kesehatan karena menjadi sarang penyakit, seperti diare, DBD dan tyfus. Tumpukan sampah juga menyebabkan pencemaran udara karena baunya sangat menyengat segingga bisa memicu gangguan pernafasan dan keracunan.  


Warga sekitar juga mengeluhkan minimnya penanganan dari pihak terkait. Menurut mereka, kondisi tersebut bukan terjadi sekali dua kali, melainkan sudah berulang tanpa solusi jangka panjang.

“Sudah sering dibersihkan, tapi tidak lama numpuk lagi. Harusnya ada pengawasan dan larangan tegas buang sampah di sini,” kata Fahmi seorang pedagang Pasar Pecangaan.


Jembatan Pasar Pecangaan sendiri merupakan jalur penghubung penting aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Jika dibiarkan, persoalan sampah tidak hanya mencederai wajah kota, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip kebersihan lingkungan dan ketertiban umum.


Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah konkret penanganan sampah di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, tidak sekadar membersihkan, tetapi juga menertibkan dan memberikan sanksi tegas agar masalah serupa tidak terus berulang.

Andri
Source G7