JEPARA, JAWA TENGAH 
Memasuki penghujung tahun 2025, intensitas hujan di Kabupaten Jepara terpantau semakin tinggi. Kondisi cuaca ekstrem kerap terjadi, ditandai dengan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca pada minggu ketiga Desember 2025. Dalam rilis terbarunya, BMKG menyebutkan adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara. BMKG juga mengingatkan seluruh pihak untuk bersiaga menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.

Sejumlah wilayah di Jepara bahkan telah terdampak cuaca ekstrem, mulai dari rumah warga yang rusak hingga pohon tumbang. Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan.
Wakil Ketua DPRD Jepara, Junarso, menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengantisipasi potensi bencana di musim hujan.

“Ketika musim hujan tiba, yang perlu diwaspadai bukan hanya penyakit, tetapi juga potensi bencana. Hujan disertai petir harus dipahami risikonya dan bagaimana cara menghindari dampaknya,” ujar Junarso Senin (22/12/2025)


Ia menambahkan, risiko akibat sambaran petir sebenarnya dapat diminimalisir dengan langkah-langkah pencegahan sederhana.

“Saat hujan petir, masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas yang berhubungan dengan air seperti mandi atau mencuci, menggunakan peralatan elektronik yang terhubung dengan listrik, berada di luar ruangan, menyentuh benda logam, serta berada dekat jendela atau pintu. Petir dapat merambat melalui air, kabel, dan logam sehingga sangat berbahaya,” jelasnya.


Selain itu, Junarso juga mengimbau masyarakat yang berada di luar rumah agar tidak berteduh di bawah pohon tinggi dan menjauhi area yang berdekatan dengan air.

“Hindari berteduh di bawah pohon, menjauh dari kolam renang, danau, maupun laut. Jangan berada di tempat terbuka seperti sawah, lapangan, atau kendaraan tanpa atap,” tambahnya.


Menurut Junarso, petir merupakan aliran listrik yang mencari jalur termudah menuju tanah.

“Air, logam, dan kabel merupakan penghantar listrik yang baik, sehingga bisa menjadi jalur petir dan menimbulkan sengatan listrik hingga kebakaran,” terangnya.


Di akhir pernyataannya, Junarso mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk terus meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.

“Sebaiknya kita mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan lebat disertai angin dan petir, kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak,” pungkasnya.

Andri