Breaking News

Kisah Raden Dymasius Yusuf Sitepu: Dari Penjual Susu Kedelai di Jakarta Hingga Kuliah di National University of Singapore (NUS)

Kisah Raden Dymasius Yusuf Sitepu: Dari Penjual Susu Kedelai di Jakarta Hingga Kuliah di National University of Singapore (NUS)
Jakarta, DKI Jakarta - Jumat, 22 Agustus 2025 – Kisah hidup Raden Dymasius Yusuf Sitepu menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Lahir dari keluarga sederhana dan pernah tinggal di dekat rel kereta api Jakarta, Dymasius kini berhasil menembus salah satu kampus terbaik dunia, National University of Singapore (NUS).

Masa Kecil Penuh Perjuangan

Meski merupakan keturunan ke-12 dari Sultan Hamengkubuwono I, Dymasius Yusuf Sitepu tumbuh dalam keluarga yang serba terbatas. Sejak usia enam tahun, ia membantu orang tuanya mencari nafkah dengan berjualan telur puyuh rebus, tahu goreng, hingga susu kedelai di kawasan Gelora Bung Karno dan Pasar Bendungan Hilir.

Dalam sebuah cerita, ia mengungkapkan bahwa keluarganya pernah hanya makan nasi dengan kuah air rebusan. Namun, kondisi itu justru menumbuhkan tekad kuat untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Pendidikan sebagai Jalan Harapan

Berbekal kerja keras dan semangat pantang menyerah, Dymasius berhasil meraih mimpi yang sebelumnya terasa mustahil: kuliah di National University of Singapore (NUS).

Melalui website pribadinya www.dymasius.com, platform edukasi www.getkampus.com, serta kanal YouTube GetKampus, ia kini membagikan pengalaman dan tips pendidikan agar lebih banyak anak muda Indonesia berani bermimpi besar.

Pengalaman Kuliah di NUS

Dalam tulisannya pada 18 Agustus 2025 di dymasius.com, Dymasius berbagi pandangan tentang NUS, mulai dari reputasi, jurusan unggulan, hingga tips persiapan:

Reputasi NUS: Berdiri sejak 1905, NUS konsisten masuk 10 besar QS World University Rankings, bersaing dengan Harvard, Stanford, dan Oxford.

Jurusan Unggulan: Fakultas Teknik, School of Computing, Kedokteran, Hukum, dan NUS Business School.

Kehidupan Kampus: Lebih dari 200 klub mahasiswa dengan komunitas pelajar Indonesia yang solid.

Biaya Kuliah: Sekitar SGD 30.000 per tahun, bisa turun menjadi SGD 17.000–20.000 dengan Tuition Grant serta berbagai beasiswa.

Tips Sukses: Persiapan akademik sejak dini, menguasai bahasa Inggris, ikut kompetisi dan riset, serta memilih jurusan sesuai karier.

Dari anak kecil yang berjualan di jalanan Jakarta hingga menjadi alumni kampus top dunia, perjalanan Dymasius Yusuf Sitepu memberi pesan bahwa harapan selalu ada.

“Jangan menukar yang benar-benar penting dengan yang hanya tampak penting,” ujarnya.

Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berjuang meraih pendidikan terbaik, apa pun latar belakangnya.


Artikel ini telah tayang di 
Mediamassa.co.id

0 Komentar

© Copyright 2025 - mediamassa.co.id
🔮 Zodiak Mingguan (25 – 31 Agustus 2025)
Memuat ramalan zodiak...